Tag Archives: Android

Mencoba Remix OS versi Beta

Remix OS adalah sistem operasi Android yang telah diramu untuk bisa berjalan pada perangkat PC dan tablet, dengan menggunakan pendekatan yang mirip dengan sistem operasi untuk PC, Remix OS telah dibuat dengan sangat user friendly.
Continue reading Mencoba Remix OS versi Beta

Advertisements

Inilah Inovasi Teranyar Yang Hadir di Google I/O 2016

Google baru saja menggelar perhelatan akbar tahunan yang disebut sebagai Google I/O, tahun ini Google I/O 2016 telah diadakan di Shoreline Amphitheatre yang berada dikawasan San Francisco Bay Area, Mountain View, California. Menariknya, acara Google I/O kali ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena diadakan di area outdoor.
Continue reading Inilah Inovasi Teranyar Yang Hadir di Google I/O 2016

Mengunakan Keyboard PC Sebagai Alat Input Perangkat Android

Sebagian dari pengguna mungkin akan sedikit repot jika harus mengetik teks panjang menggunakan layar sentuh di perangkat Android, salah satu solusinya adalah dengan membeli aksesoris keyboard eksternal tambahan, namun ada alternatif lain yang lebih murah dan mudah, yakni dengan menginstall aplikasi Remote Keyboard.

Continue reading Mengunakan Keyboard PC Sebagai Alat Input Perangkat Android

ZTE Blade GSM, ponsel Android murah namun tidak murahan

image

Mendengar merek ZTE mungkin sebagian besar dari pembaca akan merasa apriori. Pasalnya ZTE adalah pabrikan asal China yang sebelumnya memang selalu identik dengan produk-produk yang memiliki kualitas rendah. Namun berbeda untuk merek ZTE.

ZTE kini telah memiliki produk yang berhasil merambah kawasan Eropa dan Amerika salah satunya adalah ponsel ZTE Blade yang di Eropa dikenal dengan nama ZTE San Francisco. Untuk pengguna di Indonesia, ponsel ini pertamakali dikenal dengan nama ZTE Wide yang dibundling oleh operator CDMA SmartFren sementara ZTE Blade adalah versi GSM, keduanya memiliki fitur dan bentuk yang serupa.

Awalnya saya juga merasa ragu apakah ponsel ini cukup bisa diandalkan? Namun dengan kisaran harga yang menurut saya cukup reliable Rp. 1,5 juta (akhir Oktober 2011) kita sudah bisa memiliki ponsel dengan layar high resolution dan sistem operasi Androod 2.2.2 alias Froyo. Saat saya membeli ponsel ini, dipasaran terdapat ponsel Samsung Galaxy Mini dengan spesifikasi dan harga yang hampir sama. Namun menilik dari resolusi layarnya, saya lebih memilih ponsel ZTE ini karena beberapa point seperti ukuran layar 3.5″ dan resolusi tinggi serta prosesor dan chip grafis yang dimilikinya menjadikan ZTE Blade lebih unggul.

Hal menarik yang pertama saya temukan pada ponsel Android ini adalah fitur voice input yang ada pada fitur Android keyboardnya, dengan fitur ini kita tinggal menyebutkan kata atau kalimat untuk mengetik atau menuliskan sesuatu. Fitur ini bisa diaplikasikan pada semua aplikasi yang membutuhkan input teks, saya mencoba untuk menggunakan fitur ini pada aplikasi e-mail, browser, notepad, dan juga SMS. Walau awalnya ponsel ini hanya mengerti bahasa Inggris namun ketika saya coba berbicara dengan kalimat Bahasa Indonesia berulang-ulang akhirnya ponsel ini mengerti bahasa Indonesia yang saya ucapkan.

Ponsel ini juga dapat memainkan beberapa game yang membutuhkan grafis yang tinggi, hal ini bisa terlaksana berkat chip Adreno yang dijejalkan kedalamnya. Sedangkan untuk prosesornya ponsel ini menggunakan ARM 600MHz yang memang masih dibawah kecepatan ponsel high-end saat ini namun cukup mumpuni untuk menjalankan beberapa aplikasi yang sering saya gunakan seperti Documents ToGo, WordPress Mobile dan aplikasi dari layanan Google.

Ponsel ini juga memiliki kamera 3.2 megapiksel dengan fitur autofokus namun sayangnya tidak memiliki lampu flash sehingga pengambilan foto akan lebih optimal jika cahaya cukup. Namun kameranya memiliki fitur geo-tagging, karena ponsel ini dilengkapi dengan GPS didalamnya.

Batrenya juga terbilang pas-pasan, dengan kapasitas 1,250mAh dimana awalnya saya merasa bahwa batrenya sangat boros ketika digunakan, dalam percobaan awal, saya menemukan bahwa batre ponsel ini hanya mampu bertahan sekitar 6 jam dalam penggunaan aktif menggunakan push mail, browsing, Twitter dan chatting di Yahoo Messenger dan GTalk. Selanjutnya saya mencoba untuk mematikan fitur Sync dan koneksi Internet ketika tidak digunakan dan hanya mengaktifkan koneksi Internet bilamana dibutuhkan, hasilnya cukup mengejutkan karena ternyata ponsel ini bisa beroperasi sehari penuh yakni sekitar 13,5 jam.

Kesimpulan sementara : ZTE Blade adalah ponsel yang cukup layak dimiliki, terutama karena harga yang relatif murah namun menawarkan fitur-fitur menarik dari sebuah ponsel Android yang sejajar dengan ponsel Android high-end lainnya. Salah satunya yang juga sangat menarik adalah bahwa ponsel ini bisa dijadikan sebagai perangkat WiFi hotspot untuk lima perangkat sekaligus, setting tethering modem dengan kabel USB hanya bisa berjalan dengan lancar menggunakan Windows 7 dan Linux (saya menggunakan Ubuntu 9.10), kedua sistem operasi ini dapat langsung mengenali ponsel sebagai modem dan seketika dapat digunakan untuk mengakses Internet, sedangkan ketika saya mencoba menggunkan Windows XP, proses tethering tidak dapat berjalan dengan mulus, mungkin saya harus mengupdate Windows XP SP2 saya dengan patching terbaru.

Mohon maaf jika tulisan ini terlalu pendek dan tidak mengulas secara lebih detail dari semua fitur yang ada, jika memungkinkan saya akan mengulas fitur-fitur dari ponsel ini secara lebih mendalam di lain waktu. Terima kasih telah mengunjungi blog ini.[Q]

*) di-publish menggunakan aplikasi WordPress Mobile untuk Android yang terinstall pada ZTE Blade.