JPilot, KPilot, Kandy, KPalmDoc dan Pilot (GNOME)

Saat saya buka-buka file RPM yang ada di Linux Mandrake 10, tanpa sengaja saya menemukan lima buah aplikasi yang cukup berguna bagi saya sebagai pengguna PDA Palm dan Ponsel Ericsson R520m. Aplikasi tersebut adalah :

* J-Pilot : Sebuah aplikasi mirip dengan Palm Desktop untuk membackup, Sync ataupun mengintal aplikasi pada perangkat Palm.
* KPilot : Memiliki fungsi yang hampir sama dengan J-Pilot namun aplikasi ini terintegarsi dengan aplikasi PIM (Personal Information Manager) Linux seperti Kmail, Knotes dan lain-lain.
* Kandy : Adalah sebuah aplikasi conduit untuk mengawinkan ponsel kita dengan PC, aplikasi ini selain bisa mengkases AddressBook yang ada diponsel juga dapat memeriksa kekuatan sinyal ponsel dan kapasitas baterai yang ada pada ponsel kita.
* KPalmDoc : adalah aplikasi konverter yang dapat merubah file .TXT kedalam format .PDB untuk dibaca dengan aplikasi Palm eBook Reader di PDA Palm.
* Pilot : Aplikasi ini tidak akan muncul jika kita menggunakan tampilan KDE, namun akan terlihat ketika kita memakai tampilan GNOME, fungsi dari aplikasi ini kurang lebih sama seperti J-Pilot dan KPilot.

Saat tulisan ini dibuat saya belum mencoba mengoptimalkan semua aplikasi tersebut, kecuali J-Pilot, Kandy dan KPalmDoc. Pasalnya ketiga aplikasi ini cukup berguna dan lebih user friendly bagi saya, terutama aplikasi KPalmDoc yang memang selalu saya gunakan untuk merubah beberapa file .HTML untuk selanjutnya saya baca secara offline di Palm saya.

Advertisements

Personal Multimedia Player

Beruntunglah Anda jika telah memiliki perangkat genggam canggih seperti PDA Palm dengan OS 5.0 keatas, PocketPC dengan Windows PPC2002 keatas, atau SmartPhone dengan OS Symbian atau Windows Mobile 2002 keatas, karena semua perangkat itu bisa digunakan sebagai Personal Multimedia Player.

Ya, kita semua tahu bahwa semua perangkat genggam saat ini, selain sebagai alat pendukung produktifitas di kantor, di sekolah atau hal-hal serius lainnya, bisa juga digunakan untuk mengisi waktu luang sebagai alat penghibur untuk mendengarkan musik, bermain game atau menonton film. Jadi perangkat ini benar-benar lengkap dibanding perangkat PMC (Personal Multimedia Center) yang hanya dapat memainkan musik, film atau menampilkan foto digital saja.

PMC memang dibuat untuk memanjakan kita dengan fasilitas multimedia yang dimilikinya namun tidak untuk mengakses Internet, mengatur jadwal kegiatan atau mengirim SMS atau menelepon, begitu juga dengan beberapa game console yang dirilis akhir-akhir ini semua dilengkapi dengan fungsi PIM (Personal Information Manager) atau Multimedia Player dan konektifitas tanpa kabel, namun dalam hal metode input data tetap saja masih belum menandingi PDA atau PocketPC yang jauh lebih nyaman.

Lihat saja Sony PlayStation Portable (PSP), game console yang nyaris sempurna dengan kelengkapan koneksi wireless, multimedia dan layar yang jernih, namun siapa yang suka dengan proses inputnya melalui tombol joystick?, Atau Nintendo Dual Screen (NintendoDS) yang mencangkokan layar sentuh serta fasilitas chat pada perangkatnya, namun tetap masih belum dapat menyaingi PDA, PPC atau SmartPhone dalam hal konektifitas dan penanganan aplikasi.

Memang, sungguh tidak relevan jika kita membandingkan game console dengan perangkat genggam seperti PDA, PocketPC atau SmartPhone karena tujuan pembuatan game console dan PDA memang Jauh berbeda, so.. sekali lagi saya hanya mau bilang bahwa Beruntunglah mereka yang sudah memiliki PDA atau PPC yang canggih” ya itu tadi, selain dapat digunakan sebagai mesin komputasi, komunikasi juga bisa digunakan sebagai perangkat multimedia dan game console sekaligus, manjakanlah dirimu selagi bisa…!!! [Q]

R520m-ku ngadat lagi

Saya sempet kaget saat penyakit R520m saya kambuh lagi, ponsel tersebut menunjukkan gejala batre boros sehingga tidak sampai satu hari saya harus mengisi ulang batrenya. Sebelumnya (kira-kira 4 bulan lalu) R520m saya pernah mengalami hal ini karena penyebab yang tidak jelas dan saat itu masalah tersebut beres dengan sendirinya padahal saya belum sempat membawanya ke teknisi atau repair shop.

Kemarin masalah tersebut muncul lagi, batre saya langsung menurun sesaat setelah saya mengisi ulang batre-nya, belum sampe satu hari batrenya minta diisi ulang, saya yakin hal ini bukan dikarenakan batrenya yang sudah drop tapi karena sesuatu yang saya juga tidak tahu. Saya mengingat-ingat penyebab munculnya masalah terakhir ini, mungkin karena kemarin siang saya sempat menunjukkan pada temen saya bagaimana cara mencopot antena-nya dan sore harinya batre ponsel saya langsung drop. Diikuti dengan panasnya bagian belakang body ponsel tersebut.

Dengan cara yang tidak “manusiawi”, saya coba memperbaiki ponsel saya, ya saya sebut cara yang tidak manusiawi karena saya sama sekali tidak membongkar ponsel tersebut tapi dengan menepuk-nepuk bagian belakang body-nya serta membalikan posisi ponsel sehingga bagian antenanya berada dibawah, lalu antenanya saya bentur-benturkan ke meja, dengan 50% perasaan ragu dan 50% perasaan yakin, saya mengulangi beberapa benturan kemeja dan saya coba menyalakan ponsel tersebut, setelah beberapa jam saya cek batre-nya, waktu standby time menunjukkan peningkatan, dari asalnya 255h (sebelum diperbaiki) kini menjadi 291h bahlan malam harinyanya waktu standby meningkat sampai 304h, dan ini berarti saya berhasil memperbaiki ponsel R520m saya dengan cara yang tidak ‘manusiawi’ tadi.

Ponsel tua mungkin harus diperbaiki dengan cara ‘kuno’ juga. But…boys and girls, don’t try this at home… use your own risk :))

UltraDisc VCD Rental = Spammer Lokal??

Beberapa waktu lalu, di kota tempat saya tinggal telah hadir UltraDisk VCD rental, salah satu jasa rental VCD dan DVD original yang tersebar di hampir seluruh kota di Jawa Barat. Saya bersama Istri dan anak saya langsung berkunjung dan memilih beberapa film yang akan kami sewa.

Saat itu kami meminjam dua buah VCD, Shark Tale film animasi untuk anak saya dan The Cellular untuk saya dan istri, karena saya pelanggan baru, saya disodori form pendaftaran anggota dan diharuskan membayar uang pendaftaran anggota reguler sebesar Rp. 5,000 rupiah ditambah biaya sewa dua buah VCD original yang harganya jauh dari harga sewa VCD bajakan yang sudah tersebar di pelosok gang.

Dalam form pendaftaran tersebut ada kolom untuk mengisi alamat e-mail dan tanpa berpikir panjang saya langsung memasukkan alamat e-mail utama saya, saat itu tidak terpikir oleh saya bahwa pihak UltraDisk(UD) akan memberikan informasi Film terbaru melalui e-mail, saya kira e-mail tersebut sama halnya dengan nomor telepon agar disuatu saat mereka bisa menghubungi saya lewat e-mail.

Dua hari setelah itu, seperti biasa, sebelum saya pergi kerja saya selalu memeriksa e-mail melalui PDA Palm saya dengan koneksi GPRS-nya ponsel kesayangan Ericsson R520m, dan saya cukup kaget karena tiba-tiba muncul dua buah e-mail dari pihak UltraDisk dengan alamat infofilm@ultradisc.co.id, yang berisi info film terbaru plus beberapa attachment yang membuat pulsa GPRS saya terkuras, saya langsung memutuskan koneksi internet dan melihat isi e-mail tersebut, wah saya nggak perlu informasi seperti ini, selanjutnya secara baik-baik saya balas email tersebut dan meminta pihak UltraDisk untuk berhenti mengirimi saya e-mail, namun mungkin karena e-mail tersebut dikirim secara otomatis oleh system sehingga balasan saya tidak mendapat respon dari customer service secara real time.

Keesokan harinya saya masih mendapat e-mail berupa filem terbaru yang sudah mereka miliki. Sepulang kerja saya langsung menghubungi pihak UltraDisk di kota saya dan saya menjelaskan keinginan saya agar pihak UD tidak terus mengirimkan e-mail seperti itu. Namun karena e-mail tersebut dikirim oleh UltraDisk pusat, sehingga pihak UltraDisk di kota saya tidak dapat melakukan peghapusan email secara langsung namun harus menghubungi dulu pihak UD pusat di Jakarta. Untuk kedua kalinya saya datang lagi ke UD di kota saya dan mereka masih menunggu konfirmasi dari pusat, walah….

Sialnya, sampai tulisan ini saya upload, saya masih saja menerima e-mail yang berisi informasi filem terbaru plus attachment gambar yang bikin pulsa GPRS saya jebol (maklumlah saya bukan orang yang tajir dengan pulsa), dan yang bikin saya kesal, semua informasi film yang dikirimkan sudah saya tonton semua filmnya, sh!t, the sound like a spammer… yes local spammer…

EBook di Perangkat Genggam

Beberapa minggu setelah saya membuat artikel yang berjudul “The Man With Library in His Pocket” yang menceritakan bahwa kita sebenarnya dapat menjadikan perangkat genggam yang kita miliki, seperti halnya Ponsel, PDA, dan SmartPhone, dapat dijadikan perangkat untuk membaca eBook atau eBook Reader. Tabloid PULSA sebagai tabloid yang membahas perkembangan teknologi seluler di Indonesia memuat artikel sejenis dengan yang saya buat.

Tabloid tersebut menjadikan pembahasan eBook pada ponsel ini sebagai topik utama bulan ini. Saya sama sekali tidak menuduh atau berfikir kalau tabloid tersebut mengikuti saya, karena memang isi dan pembahasan di tabloid tersebut lebih kompleks dan lebih jelas, sementara pada situs saya dan blog saya ini saya hanya menullis testimonial sekilas saja.

Okey, all… Happy reading!

Sent with SnapperMail + R520m + Palm Ultra Thin Keyboard

Holiday Inn, 11 April 2005

Pada tanggal 11 April 2005 lalu saya diberi kesempatan untuk mengikuti acara Workshop TI yang diadakan oleh HP Indonesia, bertajuk Digital Life, yang rencananya akan diselenggarakan di 9 Kota besar di Indonesia, Bandung adalah kota pertama dalam acara roadshow tersebut.
Bertempat di Ballroom Hotel Holiday Inn Bandung, acara dimulai pukul 9.30, dibuka oleh Opa Michael Sunggiardi, yang sekaligus menjadi MC pada acara tersebut.

Sesi pertama dibawakan oleh Frans Thamura Tbk. ya begitulah beliau dipanggil oleh Opa Michael S. Sunggiardi, Tbk. (terbuka) bukanlah salah satu gelar hal ini dimaksudkan karena Frans memang orang yang selalu berkecimpung di dunia Open Source bidang Java programming, beliau adalah salah satu pembicara termuda dan hal ini sempat dijadikan kuis oleh Panitia dengan pertanyaan “Urutkan 3 Pembicara berdasarkan usia yang termuda”. Pada kesempatan itu Frans Thamura membahas penggunaan aplikasi Java untuk pembuatan Messenger Server setara Yahoo Messenger yang juga dapat diakses dengan menggunakan perangkat HP iPAQ PocketPC. Pada sesi ini para pengunjung diberi kesempatan untuk mencoba mengakses aplikasi messenger tersebut dengan menggunakan perangkat PocketPC, namun dari 15 orang peserta (termasuk saya) yang mencoba aplikasi tersebut hanya beberapa saja yang berhasil terhubung dengan server Messengernya. Hal ini terjadi karena dari beberapa pengguna pada saat itu ada yang menggunakan ID yang sama.

Pada sesi berikutnya yakni pembahasan mengenai pemasangan LTSP (Linux Terminal Server Protocol), yang dibawakan oleh Wak Haji Onno W. Purbo, demikian Opa Michael menyebutnya. Serta bagaimana melakukan remote terhadap jaringan dengan menggunakan Linux, seperti biasanya Pak Onno yang kini menyandang predikat Haji selalu kocak dalam membawakan presentasinya, terlebih ketika beliau menceritakan sulitnya memasang Linux Mandrake yang biasa beliau pakai pada mesin Proliant milik HP, yang membuatnya stress selama dua minggu.

Sesi terakhir membahas penggunaan produk HP dalam kehidupan kita sehari-hari mulai dari penggunaan kamera digital dan mencetaknya kedalam Printer HP PhotoSmart milik HP melalui gelombang bluetooth, sesi ini dibawakan oleh Opa Michael Sunggiardi. Pada sesi ini juga peserta diberi kesempatan untuk mencoba dan mempraktekan cara mencetak photo yang sebelumnya memang sudah diambil sebelum acara workshop dimulai, dan mengambilnya dari PC terminal dengan perangkat PocketPC atau lebih tepat disebut PDA Phone iPAQ H6365 untuk selanjutnya di transfer melalui Bluetooth ke printer HP photoSmart yang bentuk dan ukurannya mirip seperti pemanggang roti.

Pada setiap sesi diselingi dengan perkenalan produk HP mulai dari perangkat bisnis kecil dan menengah seperti PDA, Laptop dan Printer sampai dengan perangkat enterprise, seperti server HP Proliant. Para peserta juga mendapat dua kali coffe break dan satu kali makan dengan menu yang cukup istimewa.

Acara yang dimulai dari pukul 09.30 sampai 17.00 ini terasa begitu singkat dengan adanya selingan kuis melalui SMS dan pembagian hadiah dari pihak HP sebagai penyelenggara, peserta yang telah berhasil menjawab pertanyaan dengan benar melalui SMS, masing-masing mendapatkan hadiah berupa Jaket, Majalah CHIP dan juga Tas dari HP.

Setelah acara ini selesai, saya sibuk mengambil foto dan mejeng bareng para pakar IT Indonesia namun sayangnya ponsel kamera P800 Kang Wawan–rekan saya dari Subang–saat itu kehabisan baterainya, tapi untungnya saya mendapat kenalan baru Pak H. Simandjuntak yang berbaik hati untuk mengambil foto-foto di bawah ini menggunakan O2 XDA II-nya dan men-transfernya kedalam Palm saya. Pak Simandjuntak ini juga salah satu pemenang kuis SMS yang mendapatkan hadiah jaket dari HP. [Q]

The Man With Library in His Pocket

Pernahkah Anda membayangkan bahwa ponsel atau PDA yang selama ini Anda gunakan sebenarnya bisa berfungsi lebih dari apa yang Anda ketahui saat ini?. Ponsel atau PDA yang selama ini anda gunakan sebagai alat untuk menyimpan catatan, mengatur jadwal kegiatan harian atau mesin pengingat dapat juga digunakan sebagai perpustakaan pribadi Anda.

Disadari atau tidak bahwa kemajuan teknologi perangkat genggam seperti halnya Ponsel atau PDA telah membawa kita pada babak baru dalam memanajemen hampir seluruh tatanan kehidupan kita.

Saat ini sebuah PDA atau ponsel dapat juga digunakan sebagai pembaca file eBook, ya eBook alias electronic book atau buku elektronik, yakni buku atau dokumen teks yang dikemas dalam bentuk digital dan untuk membacanya dibutuhkan aplikasi khusus yang disebut eBook Reader.

Saat ini aplikasi eBook Reader sangat beragam, hal ini dikarenakan tidak adanya standar yang ditetapkan dalam pembuatan eBook, walaupun memang pada kenyataannya kita menemukan beberapa aplikasi eBook yang begitu populer seperti Adobe Reader yang biasa disertakan dalam sebuah CD Game untuk membaca manual book game tersebut yang dikemas dalam bentuk file .PDF, .HTML atau mungkin file .TXT yang selalu disertakan pada beberapa file yang telah kita download dari Internet. Disadari atau tidak bahwa pengguna komputer dan Internet pada umumnya sedikit banyak sering bertemu dengan eBook ini, ya itu tadi buku dalam bentuk elektronik.

Bagi pengguna perangkat genggam seperti PDA atau PocketPC, aplikasi eBook reader ini biasanya sudah disertakan dalam paket CD Aplikasi bawaannya, seperti misalnya PDA Palm dengan Palm reader-nya atau PocketPC dengan Microsoft Readernya. Namun bagi pengguna SmartPhone atau ponsel pintar, aplikasi eBook ini merupakan aplikasi tambahan, yang terkadang harus kita beli atau kita download terlebih dahulu dari Internet.

Bagaimanapun kita mendapatkan aplikasi tersebut dan darimana Anda mendapatkan aplikasi tersebut, saya tidak akan membahasnya disini-tapi itu bukan berarti saya men-sahkan Anda untuk membajak software lho-namun pada intinya, dengan sedikit trik dan usaha kita, sebuah perangkat genggam seperti halnya PDA atau SmartPhone dapat kita jadikan sebagai alat pembaca eBook.

Mengapa sih kita menggunakan eBook?
Sebenarnya ada banyak alasan, mengapa kita menggunakan eBook, namun yang saat ini saya rasakan adalah fleksibilitasnya yang tinggi, sebuah eBook atau mungkin ratusan eBook dapat kita masukan kedalam sebuah perangkat genggam yang kita miliki untuk selanjutnya kita bawa-bawa kemanapun kita pergi, bayangkan jika kita harus membawa buku konvensional yang banyak dan menaruhnya didalam tas kita? sungguh repot dan melelahkan bukan?.

Selain itu pada eBook kita lebih mudah untuk mencari sebuah kata atau kalimat tanpa harus mengingat letak halamannya, berbeda halnya jika kita menggunakan buku konvensional, mencari satu kalimat tertentu dalam sebuah novel Harry Potter-nya JK. Rowling atau novel Insomnia-nya Stephen King bukanlah pekerjaan yang mudah.

Saat ini begitu banyak aplikasi pembaca eBook (eBook Reder) yang beredar dipasaran, mana yang akan kita pilih tergantung dari perangkat apa yang kita gunakan, di jajaran Palm OS kita bisa menemukan aplikasi eBook reader mulai dari yang free alias gratis sampai berbayar, walaupun gratis tapi bukan berarti aplikasi tersebut kacangan lho, sebut saja Palm Reader buatan Peanut Press, aplikasi ini selalu disertakan pada paket pembelian Palm atau bisa juga kita mendownload di situsnya http://www.peanutpress.com, atau http://www.palmdigitalmedia.com. Sementara pada perangkat yang menggunakan sistem operasi PocketPC kita bisa menemukan Microsoft Pocket Reader, sebuah aplikasi eBook Reader yang khusus membaca file-file eBook dengan type .lit, Microsoft juga membuat aplikasi ini untuk versi PC sehingga kita bisa membuka dokumen .lit di PC berbasis Windows.

Bagi Anda pengguna SmartPhone jangan keburu iri, karena saat ini beberapa produsen perangkat lunak juga membuat versinya untuk SymbianOS, sebut saja MobiPocket Reader, QuickOffice, TomeRaider dan masih banyak lagi.

So… tunggu apalagi?, jika Anda ingin mengisi waktu kosong dengan membaca atau ingin merubah kebiasaan Anda membawa-bawa buku atau referensi dalam tas Anda, mungkin inilah waktunya untuk memasukan semua itu kedalam perangkat genggam Anda, jika Kita mau kita juga bisa menghubungkan perangkat tersebut dengan dunia maya Internet, sehingga mencari referensi bisa dilakukan dimanapun melalui alat mungil ini. Ya semuanya begitu terasa lebih ringan dan mudah, orang lain mungkin tidak akan menyangka bahwa Anda membawa perpustakaan pribadi dalam saku Anda.[Q]

Saya nge-blog karena saya ada