Category Archives: tips-trick

Setting Push Mail Gratisan

Setting push mail Emoze

Download-lah terlebih dahulu aplikasi yang disediakan Emoze untuk type atau jenis handset yang kita gunakan, pada ilustrasi di bawah ini, penulis menggunakan tampilan ilustrasi untuk handset PocketPC untuk menghunungkan Emoze dengan akun GMail yang kita miliki, namun pada prinsipnya langkah setting untuk handset jenis lain sama saja.

Jalankan aplikasi Emoze yang telah terpasang pada handset kita, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini, klik lah Change User :

  • Pada layar Step 1, pilihlah Global Gateway
  • Pada layar Step 2, pilih Web Mail (Only Gmail is supported):
  • Pada layar Step 3, masukkan alamat akun dan Password Gmaul yang kita miliki.

    Kini handset Anda telah spap menerima e-mail dan kontak dari GMail yag kita miliki melalui aplikasi Emoze yang baru saja kita pasang.

    Setting Cortado di ponsel

    Berikut adalah ilustrasi langkah-langkah untuk memasang settingan Cortado pada ponsel SonyEricsson K Series :

  • Pada menu utama di ponsel, masuklah ke menu Messaging lalu Klik pada bagian Email.
  • Setelah itu, klik pada bagian Settings
  • Pada layar berikutnya, klik Account Settings lalu tekan tombol Select

  • Tekan tombol Add, untuk membuat Akun baru (New Account)
  • Ketiklah nama e-mail akun yang akan kita buat (misalanya Cortado)
  • Setelah itu, ketiklah alamat e-mail Cortado yang kita miliki, lalu tekan tombol OK
  • Pada bagian Connection Type, pilih IMAP4
  • Pada Incoming Server isi dengan imap.cortado.com lalu tekan OK
  • Pada bagian User Name, isikan alamat e-mail Cortado secara lengkap (pada contoh di bawah ini tertulis max.mueller@cortado.com, lalu tekan OK
  • Pada bagian Password, masukkan password Cortado yang kita miliki. Lalu tekan OK
  • Pada Outgoing Server ketikkan smtp.cortado.com lalu tekan OK
  • Pada Bagian Username (Outgoing Server) masukkan alamat e-mail Cortado yang kita miliki, (pada contoh di bawah ini tertulis max.mueller@cortado.com), lalu tekan OK
  • Sekarang masukkan Password untuk akunCortado yang kita miliki, akhiri dengan OK
  • Untuk meng enskripsi e-mail, masuklah pada bagian Advanced Setting lalu pilih Encryption, pilih SSL untuk Incoming Server dan pilih TLS untuk Outgoing Server.
  • Setelah itu, masuklah ke email kita di Cortado dengan menekan tombol Send&Receive, lalu pada layar ponsel akan muncul pertanyaan “You Want To Enable Push email” tekan tombol YES

    Maka ponsel kita telah siap untuk menerima e-mail yang merupakan layanan IMAP Push dari Cortado.

    Setting Mail2Web Live

    Untuk Setting Mail2Web, terdapat dua pilihan, yakni setting secara otomatis melalui file instalasi yang dapat kita download setelah kita membuat account pada Mail2Web atau memasukkan setting secara manual. Untuk setting otomatis, ada beberapa opsi untuk mengambil file intalasi ini, masuklah pada bagian ActiveSync Settings pada menu Mail2Web, maka terdapat tiga cara untuk mengambil file instalasi ini, yakni :

  • Download the configuration file, kita bisa langsung men-download file settingan yang berkestensi .cab untuk langsung dijalankan pada perangakat PocketPC
  • Send an email with a link to the configuration file , pilihan ini memungkinkan kita untuk menginstal fle instalasi dari link yang dikirim oleh Mail2Web melalui e-mail
  • Send a SMS message with a link to the configuration file, sama seperti pilihan kedua hanya link instalasi dikirim melalui SMS.

    Penulis menyarankan agar kita hendaknya mendownload file konfigurasi yang pertama sehingga proses instalasi bisa dilakukan dengan mudah, namun jika kita akan melakukan setting secara manual bisa dilakukan dengan langkah sebagai berikut :

  • Pilihlah aplikasi ActiveSync yang terdapat pada Programs di perangkat PocketPC
  • Tap Menu lalu pilih Configure Server
  • Pada bagian Server Address ketikkan : mobile.exchange.mail2web.com dan ceklis pada bagian This server requires an encrypted (SSL) connection
  • Klik Next untuk masuk ke Edit Server Settings selanjutnya.
  • pada User Name masukkan alamat user id kita lengkap dengan mail2web.com (contoh rosgani@mail2web.com),
  • Pada bagian Password isi dengan password kita di mail2web
  • Domain di isi dengan ad2
  • Ceklis pada bagian save password (required for automatic sync)
  • Klik Next

  • Ceklis Email, Conmtact, Calendar dan Task, namun jika hanya Email yang kita perlukan ceklis bagian E-mail saja.
  • Tap Finish untuk menghakhiri.

    Langkah selanjutnya, menentukan skedul atau penjadwalan untuk melakukan Sync,

  • Masih pada aplikasi ActiveSync, tap Menu lalu pilih Schedule
  • Pada layar Sync During
  • Peak Time isi dengan As Item Arrive
    Off-Peak Times: isi dengan As Item Arrive
  • Tap bagian Adjust peak time to fit your schedule jika kita ingin menetukan waktu dimana ActiveSync bekerja secara penuh.
  • Klik OK untuk mengakhiri

    Kini PocketPC anda siap memberikan notifikasi setiap kali mendapat kiriman e-mail.

  • Advertisements

    Memanfaatkan Fasilitas Push Mail Gratisan

    Beberapa operator seluler di Indonesia kini seakan berlomba untuk memberikan layanan tambahan (value added service) bagi para konsumennya, salah satunya adalah dengan menawarkan fasilits Push Mail, dimana para pengguna fasilitas ini akan dapat menerima notifikasi jika ada email yang masuk ke inboxnya. Bukan hanya notofikasi, namun e-mail tersebut juga bisa langsung dibaca dan di balas oleh penerimanya. Dengan biaya Rp.25.000 – Rp.50.000 per bulan kita bisa menikmati layanan ini.

    Excelcomindo bahkan sudah sejak lama memberikan fasilitas ini untuk para pelanggannya, dengan nama XL MobileM@il para pengguna XL akan menerima notifikasi dan bahkan membuka dan membalas email langsung dari ponselnya, tidak ketinggalan juga dengan Indosat dan Telkomsel, masing-masing mereka menawarkan layanan serupa yang diberi nama I-Memova dan Telkmsel You’ve Got Mail, selain itu ketiga operator tersebut juga bekerja sama dengan BlackBerry service yang merupakan layanan Push Mail sungguhan dari perusahaan Research In Motion dari Kanada, dengan biaya Rp. 200.000 per bulan pengguna BlackBerry bukan saja dapat menerima notifikasi dan mengakses e-mail namun juga dapat mengakses Internet dan chatting.

    Penulis melihat bahwa Push Mail sebenernya bisa menjadi peluang untuk menjadi The Next Killer Application jika sebagian besar pengguna ponsel memanfaatkannya dengan maksimal, namun adanya biaya tambahan dan keharusan menggunakan ponsel atau PDA type tertentu membuat penetrasi teknologhi ini kirang maksimal karena saat ini tidak semua ponsel dan PDA yang beredar dipasaran menengah ke bawah dapat menggunakan layanan ini mengingat sebagian ponsel memiliki fitur yang terbatas hanya kebutuhan voice dan sms saja, selain itu faktor penggunanya sendiri yang tidak mau memperdalam dan ogah-ogahan untuk memeriksa kemampuan ponselnya.

    Penyedia Push Mail Gratisan

    Jika kita mau sedikit berusaha dengan melakukan searching di Internet, sebenarnya saat ini sudah ada beberapa situs yang menawarkan jasa Push Mail secara gratis, seperti yang ada dibawah ini :

    Emoze (www.emoze.com), Situs ini bisa memberikan notifikasi tiap kali Inbox GMail yang kita miliki menerima pesan e-mail yang baru. Untuk beberapa perangkat yang sudah menggunakan sistem operasi Symbian series 60 atau 70, Symbian UIQ, Windows Mobile dan beberapa ponsel Sony Ericsson sudah dapat menggunakan layanan ini. Selain akun GMail, Emoze juga dapat digunakan untuk mengakses alamat e-mail lain yang mendukung fasilitas Outlook Web Access, Lotus Notes. Di situsnya kita dapat mencari aplikasi kecil untuk dipasang pada perangkat genggam yang kita miliki. Penulis mencoba untuk mendownload aplikasi emoze_s60_70s.sis untuk dipasang pada Nokia 6600 dan Nokia 3230, serta emoze_ppc.cab untuk dipasang pada perangkat PocketPC yang sudah menggunakan OS Windows Mobile 2003 keatas. Selain sinkronisasi terhadap inbox, Emoze juga dapat melakukan sinkronisasi terhadap buku alamt yang terdapat pada GMail, sehingga pada saat koneksi pertama kali melalui Emoze, semua alamat e-mail yang ada pada di GMail langsung di copy ke perangkat kita.

    Cortado (www.cortado.com), situs ini memberikan layanan e-mail yang bisa diakses dengan beberapa ponsel type tertentu untuk selanjutnya dapat memberikan notifikasi setiap kali ada e-mail yang masuk ke mail box yang kita miliki di Cortado, situs ini menyediakan dua opsi pendaftaran bagi kita apakah kita akan menggunakan fasilitas Free alias gratisan atau berbayar?. Penulis mencoba untuk mendaftar dengan menggunakan fasilitas free dimana domain yang dimiliki akan berakhiran @cortado.com.

    Berbeda dengan Emoze, Cortado merupakan penyedia mailbox IMAP, sehingga kita hanya memerlukan setting biasa saja pada aplikasi e-mail client yang kita miliki baik pada ponsel, PocketPC ataupun e-mail clinet konvensional pada PC sehingga untuk memanfaatkan layanan dari Cortado ini kita tidak harus mendownload aplikasi seperti halnya Emoze. Penulis mencoba untuk memasang settingan Cortado pada ponsel lama SonyEricsson K500 dan juga W600i dan hasilnya cukup memuaskan. Jika kita telah memiliki alamat e-mail lain hendaknya kita tinggal mem-forwardnya ke alamat e-mail yang sudah kita buat di Cortado.com. Selain itu mailbox pada Cortado yang kita miliki dapat juga diakses melalui web dengan mengarahkan browser kita ke http://free.cortado.com, kapasitas mailbox Cortado sebesar 20 MB.

    Selain kedua situs di atas, penulis menemukan lagi satu situs yang cukup handal untuk urusan push e-mail, yaitu: Mail2Web Live.(live.mail2web.com), situs ini memberikan fasilitas e-mail yang memiliki kemampuan Syncronize secara nirkabel melalui GPRS atau akses Internet dengan server yang mendukung Microsoft Exchange ActiveSync Server, sehingga para pengguna PDA Phone/SmartPhone yang ber-sistem Windows Mobile ataupun ponsel Symbian yang telah dipasang aplikasi Mail4Exchange dapat menikmati layanan dari Mail2Web ini.

    Dengan mendaftarkan diri ke http://live.mail2web.com kita akan memiliki akun e-mail dengan domain namakita@mail2web.com yang memiliki kapasitas sebesar 20MB, untuk selanjutnya kita tinggal melakukan setting pada perangkat PocketPC atau PDA Phone yang kita miliki. Ada dua cara untuk melakukan setting terhadap akun Mail2Web ini, kita bisa memasukkan setting secara manual ataupun bisa juga dengan mendownload file konfigurasi (khususnya untuk perangkat PocketPC) sehingga file ini akan otomatis memasang setting dengan sendirinya ketika file konfigurasi ini dijalankan. Seperti halnya pada Cortado, jika kita telah memiliki alamat e-mail lain, kita tinggal memforwardnya ke akun e-mail kita di mail2web ini. Karena Mail2Web merupakan fasilitas MS Exchange ActiveSync Server, situs ini memiliki kemampuan untuk mensinkronisasikan semua data PIM seperti Calendar dan Task sehingga kita dapat membuat jadwal kegiatan atau agenda kerja dan memback-upnya pada server Mail2Web.

    Kesimpulan

    Diantara ketiga layanan Push mail gratisan yang penulis coba, baik menggunakan PocketPC, SmartPhone Nokia, maupun SonyEricsson, semuanya boleh dibilang cukup memuaskan, karena kita sama sekali tidak dikenakan biaya tambahan selain akses GPRS saja, rata-rata waktu penerimaan e-mail sangat bervariatif, antara 2 detik hingga 2 menit, jeda waktu ini kemungkinan dapat disebabkan oleh padatnya jaringan Internet dan/atau GPRS itu sendiri ataupun juga kemampuan server mail yang dimiliki oleh masing-masing penyedia layanan tersebut. Namun diantara ketiga layanan itu, Mail2Web yang memiliki kinerja nyaris real-time, jeda antara pengiriman e-mail dan notifikasi hanya berselang 2 detik, sayangnya Mail2Web hanya bisa digunakan untuk beberapa handset high-end seperti PocketPC, Nokia seri E dan N yang telah di pasang aplikasi Mail4Exchange, semetara Emoze dan Cortado memiliki rentang waktu pengiriman antara 1 sampe 2 menit, walaupun begitu kedua layanan ini patut dicoba mengingat kita bisa memasangnya pada ponsel Nokia ataupun SonyEricsson seri low-end.[Q]

    Tulisan ini perna dimuat di Harian Bisnis Indonesia pada sisipan TrenDigital edisi Senin 11 November 2007

    Setting GPRS pada Palm Tungsten W


    Karena begitu banyak yang menanyakan cara setting koneksi GPRS untuk Palm Tungsten W yang saya pakai, berikut saya tuliskan langkah-langkah untuk membuat koneksi GPRS di Palm TW dengan menggunakan simcard Telkomsel GPRS. Poin-point penting setting GPRS untuk operator lain akan diuraikan dibagian bawah tulisan ini.

    * Membuat Profile GPRS
    1. Masuk ke menu Prefs
    2. Pada bagian Communications pilih Connection
    3. Buatlah Profile baru dengan men-tap New
    4. Ubahlah tulisan Custom dengan Nama Provider GPRS yang akan kita gunakan, misalnya TSEL GPRS atau sesuaikan dengan nama operator lain.
    5. Pada bagian Connect To pilih GPRS
    6. Tap tombol Details lalu masukkan Access Point Name (APN): telkomsel (karena dalam contoh ini kita menggunakan Telkomsel GPRS. Sementara bagian lain tidak usah diubah atau jangan diisi
    7. Tap tombol OK
    8. Tap lagi tombol OK untuk kembali ke bagian Preference

    * Selanjutnya kita akan membuat koneksi ke Network Service yang akan kita pakai.
    1. Masuk legi ke bagian Prefs
    2. Pada bagian Connection, tap Network
    3. Pada bagian Service, pilih New Service dan beri nama Network yang akan kita pakai, misalnya Telkomsel atau sesuaikan dengan operator yang akan kita pakai.
    4. Isi User Name dengan ‘wap’ (karena saya mencontohkan menggunakan GPRS Telkomsel)
    5. Isi Password dengan ‘wap123’
    6. Pada bagian Connection, pilih profile GPRS yang sudah kita buat diatas tadi, dalam contoh ini TSEL GPRS
    7. Tap tombol Connect untuk memeriksa koneksi, jika berhasil maka di layar PDA akan muncul tulisan Initializing, lalu Signing On dan Established, jika demikian berarti kita telah bisa terhubung dengan Internet melalui jaringan GPRS.
    8. Tap tombol Disconnect untuk menutup koneksi
    9. Tap tombol Done untuk mengakhiri

    Mencoba koneksi dengan aplikasi Web Pro
    1. Buka aplikasi WebPro (jika ada)
    2. Pastikan WebPro langsung memanggil koneksi Network yang telah kita buat, dengan masuk ke menu Options – Network – Pilih Network yang kita miliki – tap Done
    3. Jika WebPro langsung terhubung dengan Network yang kita miliki dan memanggil halaman pembuka, maka kita benar-benar telah berhasil membuat koneksi GPRS pada Palm Tungsten W.

    Coba pasang aplikasi lain yang membutuhkan koneksi GPRS/Internet, seperti Verichat, QuickNews RSS Reader, SnapperMail, VersaMail, Worldmate (untuk sinkronisasi laporan cuaca dan Jam). Dan pastikan setiap aplikasi tersebut memanggil Network yang sudah kita buat agar dapat terhubung dengan Internet melalui GPRS.[]

    Setting GPRS untuk Telkomsel
    APN : telkomsel
    User ID : wap
    Password : wap123
    Setting GPRS untuk Mentari :
    APN : indosatgprs
    User ID : kosong
    Password : kosong

    Setting GPRS untuk IM3 :
    APN : http://www.indosat-m3.net
    User ID : gprs
    Password : im3

    Setting GPRS untuk proXL :
    APN : http://www.xlgprs.net
    User ID : xlgps
    Password : proxl

    Semoga membantu dan jika masih ada pertanya silahkan hubungi saya via email di rosgani[at]gmail[dot]com atau YM di oki_rosgani[at]yahoo[dot]com, terima kasih.

    Trik sederhana memantau koneksi server

    Ketika saya ditugaskan untuk mengelola jaringan di tempat kerja, saya mulai belajar untuk menggunakan Aplikasi Linux Console mode karena memang server nya menggunakan Linux turunan Knoppix, setelah itu saya mulai teringat ketika beberapa tahun lalu saya pernah membaca di sebuah artikel bahwa sebuah server sebenarnya bisa dioperasikan secara remote. Alih-alih mengoperasikan server secara remote, mengoperasikan console Linux-pun saya masih tergagap-gagap dan masih harus ditemani oleh “buku primbon” yang beberapa tahun lalu saya beli dan mulai terasa manfaat buku tersebut ketika saya mendapat tugas ini.

    Namun jika hanya sekedar untuk memeriksa jaringan koneksi lancar atau tidak, saya cukup menggunakan aplikasi messenger yang saya instal pada server, karena Linux yang saya gunakan adalah Depdiknux (distro turunan Knoppix yang dibuat khusus oleh Depdiknas bagi sekolah-sekolah yang tergabung dalam Jardiknas dan dikelola oleh ICT Center di kota masing-masing), maka aplikasi messenger yang saya gunakan tentu harus berbasis text user interface.

    Dengan aplikasi CenterICQ (yang belakangan namanya berubah menjadi CenterIM), selain saya bisa melakukan instant messaging dengan para pengguna Yahoo Messenger, ICQ, AOL dan juga MSN, saya juga bisa memeriksa koneksi jaringan koneksi server yang saya kelola, kok bisa?, ya sederhana saja, dengan mengaktifkan dua buah account Yahoo Messenger (YM), yang salah satunya dijalankan di server dan satu lagi saya jalankan di PDA, sehingga jika saya sedang berada jauh dari kantor saya bisa memeriksa melalui PDA, jika account YM yang dipasang pada server tampil di PDA berarti jaringan memang sedang bagus dan sebaliknya jika account YM yang dipasang diserver tidak tampil pada layar PDA berarti telah terjadi sesuatu dengan koneksi server di kantor saya. Sayangnya saya belum bisa melakukan perbaikan secara remote terhadap server tersebut.

    Jika ada rekan-rekan pembaca yang mengetahui bagaimana cara melakukan remote ke server, mohon untuk menghubungi saya secara japri di rosgani(at)gmail(dot)com, terima kasih yaaa []

    Memilih Handset 3G : “TELITI SEBELUM MEMBELI”

    Jika kita melihat kalimat judul di atas, rasanya bukanlah kalimat yang asing di telinga kita, walaupun kalimat tersebut cukup sederhana namun jika di telaah lebih lanjut isinya menyerukan kepada kita agar kita benar-benar teliti dan hati-hati dalam memilih barang, terlebih ketika kita akan membeli perangkat 3G dan memilih operator mana yang akan kita pakai.

    Gembar-gembor teknologi 3G yang sudah didengungkan sejak beberapa tahun lalu, menawarkan keunggulan untuk dapat mengolah dan mengirimkan data multimedia secara real time pada sebuah perangkat mobile yang kita miliki, dengan teknologi ini nantinya kita tidak hanya dapat mengakses data secara cepat, namun melihat acara televisi siaran langsung dan bertatapan wajah dengan lawan bicara kita sambil bertelepon secara real time seperti halnya pada film-film futuristik, hal tersebut dapat dilakukan dengan ponsel yang memiliki fasilitas 3G ini.

    Jepang adalah negara yang sukses menerapkan teknologi ini, NTT DoCoMo, sebagai salah satu operator seluler di negeri Matahari terbit itu telah menuai sukses besar dari layanan produk yang ditawarkan kepada konsumennya dengan layanan yang diberi nama i-Mode, para pengguna i-Mode dapat menikmati acara televisi, berkirim e-mail dan mengakses Internet langsung dari telepon genggam atau PDA-Phone nya.

    Mungkin Jepang adalah satu-satunya negara yang pertama kali mengadopsi teknologi ini, bukan hanya di kawasan Asia namun juga di dunia. Hal ini terbukti bahwa di negara-negara Eropa dan bahkan di Amerika, layanan ini tidak begitu laris dan bahkan masih sepi peminat, bagaimana dengan Indonesia?.

    Saat ini tiga operator seluler yang telah mendapatkan lisensi untuk menjalankan 3G di Indonesia adalah Telkomsel, Excelcomindo dan Indosat, seperti kita ketahui bahwa tiga pemain lama itu telah menguasai pangsa pasar GSM sebelumnya, rencananya tiga operator lama ini akan mulai memasarkan produk 3G-nya pada kuartal kedua tahun ini.

    Namun selain tiga operator itu masih ada dua operator baru yang akan ikut meramaikan pasar 3G yakni Maxis melalui PT Natrindo Telepon Seluler (NTS) dan Hutchinson melalui Cyber Acces Communication (CAC). Keberadaan dua operator baru ini dipandang sebagai kekuatan baru untuk membuat struktur industri telekomunikasi di Tanah Air lebih kompetitif. Namun, kedua pemain baru ini akan sangat sulit mensejajarkan diri dengan tiga operator lama tadi di segmen pasar di mana tiga operator lama tadi sudah sangat mapan karena telah menguasai lebih dari 90% pangsa pasar di Indonesia.

    Sekjen Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Rudiantara, mengatakan model bisnis yang tepat untuk 3G di Indonesia belum ada. Namun, konten diperkirakan akan menjadi layanan utama. Menurut dia, jika layanan hanya fokus pada data maka 3G akan mubazir. Gambaran yang ada untuk Indonesia adalah operator akan mencari model bisnis baru atau mengimplementasikan model yang sudah diterapkan di negara lain. “Dan yang pasti berkembang adalah konten,” papar Rudi.

    Di sinilah menariknya: secara komersial, layanan 3G baru akan diluncurkan. Tapi tentu kita tahu bahwa telepon seluler yang berkemampuan 3G sudah dijual–dan laris–sejak dua tahun lalu di Indonesia. Tampaknya pengguna layanan seluler di Indonesia lebih tertarik pada kemajuan handset ketimbang kecanggihan jaringan. Masyarakat kita yang menjadi begitu konsumtif karena lebih memilih “gaya” ketimbang “fungsi” (baca artikel pada edisi lalu: “Pilih Mana: Fungsi atau Gaya?”)

    Kita sebagai end-user (pengguna akhir), hendaknya harus benar-benar teliti, memilih dan memilah, jenis layanan apa yang hendak kita manfaatkan?, untuk selanjutnya kita tinggal memilih bentuk handset apa yang akan kita pakai, sehingga kemampuan dari handset yang kita beli bisa lebih optimal dan berdayaguna dalam memfungsikan layanan 3G yang ada.

    Beberapa pengamat telekomunikasi memprediksi bahwa Mobile TV mungkin akan menjadi aplikasi utama atau killer application, dimana akan menggunakan modifikasi atau penyesuaian yang berbeda dengan program TV konvensional biasa, dengan model ini pendapatan akan lebih banyak diarahkan ke server atau carrier dan bukan ke terminalnya. Meskipun saat ini masih belum bisa diprediksi secara cermat pemanfaatan teknologi 3G di masa depan, namun kita meyakini bahwa masyarakat dan industri memang harus masuk tahap perkembangan teknologi yang lebih maju. Dengan akan bergesernya pola pemanfaatan frekuensi dari layanan telekomunikasi generasi pertama (1G) ke 2G lalu ke 3G, maka tentu saja kita berharap memperoleh manfaat yang jauh lebih besar dan dapat memberikan nilai tambah kepada penggunanya.

    Jika memang Mobile TV merupakan fasilitas yang akan banyak kita gunakan, hendaknya kita memilih handset yang memiliki kemampuan ini, saat ini begitu banyak produsen ponsel yang telah menjejalkan fasilitas ini dalam produknya. Sebut saja Nokia, perusahaan dari Finlandia ini telah mengeluarkan beberapa produknya dengan kemampuan ini, seperti N92 misalnya.

    Salah satu fasilitas lain yang ada dalam fasilitas 3G adalah memungkinkan kita untuk bertatapan wajah dengan lawan bicara kita melalui layar ponsel atau istilah kerennya adalah video telephony, hal ini tentu menuntut handset yang memiliki kamera di bagian depan ponselnya. Sony Ericsson, Nokia, Samsung dan beberapa produsen lain seakan berlomba mengeluarkan ponsel yang memiliki kemampuan ini.

    Permanfaatan dari fasilitas video telephony ini tentu akan lebih optimal jika digunakan oleh wartawan televisi, dimana kejadian dan peristiwa bisa diliput secara live tanpa harus membawa peralatan studio mini, kabel speaker dan kamera. Pihak studio cukup membekali wartawannya dengan sebuah handset yang memiliki kemampuan ini dan acarapun bisa dikirim secara langsung.

    Beberapa fasilitas lain yang mungkin akan dijejalkan kedalam handset 3G ini adalah kemampuan dari fungsi GPS (Global Positioning System) yang juga dilengkapi dengan informasi peta dan data dari tempat-tempat penting seperti hotel, rumah sakit, pasar swalayan, ATM dan pom bensin, fungsi ini akan lebih bermanfaat bagi mereka yang sering melakukan perjalanan ke luar kota atau menjelajah hutan.

    Untuk kaum remaja dan anak muda, handset 3G akan banyak digunakan untuk men-download file-file musik atau video klip kesukaan mereka, sarana tukar file (file sharing) akan lebih mudah dilakukan daam genggaman, bagi mereka yang sering curhat melalui media blog, jalur 3G akan lebih memanjakan para blogger unuk bisa lebih cepat meng-update situs blognya melalui handset yang mereka miliki.

    Akhirnya, tentu bukan hanya handset yang harus kita pilih, namun kita pun harus jeli memilih operator 3G mana yang akan kita gunakan, dari kelima operator 3G tadi yang telah mendapatkan lisensi saat ini, belum ada satu operator pun yang benar-benar menawarkan semua service tadi, variasi kebijakan tarif dari tiap operator tentu menjadi salah satu penentu minat dari masyarakat pengguna. Saat ini mungkin terlalu dini untuk menilai setiap operator 3G yang ada, karena semuanya masih dalam tahap proses dari perkembangan teknologi komunikasi di negara kita saat ini. Tinggal kembali kepada kita sebagai konsumen, untuk bisa lebih teliti sebelum membeli, karena pada akhirnya konsumen lah yang akan memanfaatkan layanan 3G ini.[Q]

    Akses Gmail pada Mozilla Thunderbird


    Baru-baru ini saya telah memasang aplikasi Portable Thunderbird pada MMC saya yang diakses melalui Card Reader, dengan aplikasi Portable Thunderbird kita dapat menarik dan mengirim email dari komputer mana saja sepanjang komputer tersebut terhubung ke Internet, tanpa harus melakukan setting ulang untuk akun POP mail yang kita miliki. Proses setting hanya dilakukan sekali saja, berikut adalah setting GMail pada Mozilla Thunderbird :

    1. Pastikan bahwa kita telah mengaktifkan opsi “Enable POP & Fowarding” pada akun GMail kita.

    2. Pada Menu pilih Tools | Account Settings…

    3. Klik Add Account….

    4. Pastikan Email account yang dipilih.

    5. Klik Next >.

    6. Masukkan nama Anda pada Your Name:.

    7. Masukan alamat Gmail Anda pada Email Address:.

    8. Klik Next >.

    7. Pilihlah POP pada Select the type of incoming server you are using..
    lalu ketikan “pop.gmail.com” pada kolom Incoming Server:.

    9. Klik Next >.

    10. Masukkan alamat email Anda secara lengkap (“oki.rosg@gmail.com”, sebagai contoh) pada Incoming User Name:.

    11. Klik Next >.

    12. pada Account Name: berikan nama untuk nama akun Gmail (misalnya “Gmail”,sbg contoh) .

    13. Klik Next >.

    14. Lalu Klik Finish.

    15. Pilih Outgoing Server (SMTP).

    16. Klik Advanced….

    17. Klik Add…

    18. Ketikkan “smtp.gmail.com” pada Server Name:.

    19. Pastikan Use name and password telah dicontreng.

    20. Ketikan alamat Gmail Anda pada bagian User Name:.

    21. Pastikan TLS dipilih pada opsi Use secure connection:.

    22. Ketikan “587” pada bagian Port:.

    23. Klik OK.

    24. Klik OK sekali lagi.

    25. Pilih Server Settings pada akun Opsi Gmail yang baru saja kita buat

    26. Klik Use secure connection (SSL) untuk mengaktifkannya.

    27. Klik Advanced….

    28. Masuk ke bagian tab SMTP.

    29. Pilih smtp.google.com:587 dari pilihan drop down menu di bagian Server.

    30. Klik OK.

    31. Klic OK sekali lagi.

    Maka Thunderbird sudah dapat digunakan untuk menarik semua e-mail pada akun Gmail yang kita miliki.

    JPilot, KPilot, Kandy, KPalmDoc dan Pilot (GNOME)

    Saat saya buka-buka file RPM yang ada di Linux Mandrake 10, tanpa sengaja saya menemukan lima buah aplikasi yang cukup berguna bagi saya sebagai pengguna PDA Palm dan Ponsel Ericsson R520m. Aplikasi tersebut adalah :

    * J-Pilot : Sebuah aplikasi mirip dengan Palm Desktop untuk membackup, Sync ataupun mengintal aplikasi pada perangkat Palm.
    * KPilot : Memiliki fungsi yang hampir sama dengan J-Pilot namun aplikasi ini terintegarsi dengan aplikasi PIM (Personal Information Manager) Linux seperti Kmail, Knotes dan lain-lain.
    * Kandy : Adalah sebuah aplikasi conduit untuk mengawinkan ponsel kita dengan PC, aplikasi ini selain bisa mengkases AddressBook yang ada diponsel juga dapat memeriksa kekuatan sinyal ponsel dan kapasitas baterai yang ada pada ponsel kita.
    * KPalmDoc : adalah aplikasi konverter yang dapat merubah file .TXT kedalam format .PDB untuk dibaca dengan aplikasi Palm eBook Reader di PDA Palm.
    * Pilot : Aplikasi ini tidak akan muncul jika kita menggunakan tampilan KDE, namun akan terlihat ketika kita memakai tampilan GNOME, fungsi dari aplikasi ini kurang lebih sama seperti J-Pilot dan KPilot.

    Saat tulisan ini dibuat saya belum mencoba mengoptimalkan semua aplikasi tersebut, kecuali J-Pilot, Kandy dan KPalmDoc. Pasalnya ketiga aplikasi ini cukup berguna dan lebih user friendly bagi saya, terutama aplikasi KPalmDoc yang memang selalu saya gunakan untuk merubah beberapa file .HTML untuk selanjutnya saya baca secara offline di Palm saya.