Category Archives: gadget

BlackBerry jadul dan Google Sync

image

Aplikasi Google Sync memberikan kemudahan ketika saya mencoba meng-copy semua daftar kontak yang ada di BlackBerry 8700c ke ponsel Android. Menariknya, aplikasi ini dapat bekerja pada BlackBerry OS 4.5 yang merupakan OS generasi lama. Tidak hanya buku alamat, kita juga bisa menyalin jadwal yang ada di Calendar.

Google Sync adalah salah satu contoh pemanfaatan teknologi Cloud Computing yang diberikan oleh Google karena kita bisa menyimpan semua data tersebut di server Google dan dapat diakses dengan akun GMail yang kita miliki. Aplikasi Google Sync dapat diunduh secara gratis di http://www.google.com/sync atau jika diakses dengan ponsel bisa mengarahkan browser ke http://m.google.com/sync. Aplikasi ini tersedia untuk Windows, Mac OS, Linux, Symbian S60, Android, iOS, BlackBerry dan juga Windows Phone.

Game Need for Speed Shift untuk Android

image

Pagi ini saya mencoba untuk menginstal game Need for Speed (NFS) Shift pada ponsel ZTE Blade saya dan ternyata ponsel yang memiliki spesifikasi pas-pasan itu mampu menjalankan game tersebut dengan baik.

Game itu sendiri memiliki ukuran yang cukup besar, aplikasinya berukuran 1,2MB sedangkan datanya memiliki ukuran 150MB sehingga saat mengunduh data game ini saya harus menggunakan koneksi WiFi yang lebih stabil, namun untungnya game NFS itu dapat disimpan dalam memory card sehingga tidak membebani ponsel saat dimainkan

Sama dengan game NFS lainnya, permainan dengan nuansa balap mobil ini terlihat realistis terlebih ketika pengguna hanya perlu menggerakan ponsel ke kiri dan ke kanan untuk menggerakan mobil yang dimainkan, plus menekan layer untuk me-rem atau menekan ikon kamera untuk mengubah tampilan atau menekan ikon NOS untuk menambah kecepatan jika kita telah menambahkan NOS pada kendaraan yang kita pilih. Nuansa musiknua juga cukup menarik dan akan lebih seru jika saat memainkan game ini kita menggunakan headset untuk memberikan musik dan efek suara yang lebih real.

Sebagai informasi saja bahwa ponsel ZTE Blade yang saya gunakan memiliki prosesor ARM 600 MHz dan CPU Grafis Adreno 200, namun ternyata cukup memberikan performa menarik untuk saya. So jika anda memiliki ponsel Android silahkan mencoba game ini dan siapkan waktu sebanyak mungkin karena game ini akan membuat anda betah…

ZTE Blade GSM, ponsel Android murah namun tidak murahan

image

Mendengar merek ZTE mungkin sebagian besar dari pembaca akan merasa apriori. Pasalnya ZTE adalah pabrikan asal China yang sebelumnya memang selalu identik dengan produk-produk yang memiliki kualitas rendah. Namun berbeda untuk merek ZTE.

ZTE kini telah memiliki produk yang berhasil merambah kawasan Eropa dan Amerika salah satunya adalah ponsel ZTE Blade yang di Eropa dikenal dengan nama ZTE San Francisco. Untuk pengguna di Indonesia, ponsel ini pertamakali dikenal dengan nama ZTE Wide yang dibundling oleh operator CDMA SmartFren sementara ZTE Blade adalah versi GSM, keduanya memiliki fitur dan bentuk yang serupa.

Awalnya saya juga merasa ragu apakah ponsel ini cukup bisa diandalkan? Namun dengan kisaran harga yang menurut saya cukup reliable Rp. 1,5 juta (akhir Oktober 2011) kita sudah bisa memiliki ponsel dengan layar high resolution dan sistem operasi Androod 2.2.2 alias Froyo. Saat saya membeli ponsel ini, dipasaran terdapat ponsel Samsung Galaxy Mini dengan spesifikasi dan harga yang hampir sama. Namun menilik dari resolusi layarnya, saya lebih memilih ponsel ZTE ini karena beberapa point seperti ukuran layar 3.5″ dan resolusi tinggi serta prosesor dan chip grafis yang dimilikinya menjadikan ZTE Blade lebih unggul.

Hal menarik yang pertama saya temukan pada ponsel Android ini adalah fitur voice input yang ada pada fitur Android keyboardnya, dengan fitur ini kita tinggal menyebutkan kata atau kalimat untuk mengetik atau menuliskan sesuatu. Fitur ini bisa diaplikasikan pada semua aplikasi yang membutuhkan input teks, saya mencoba untuk menggunakan fitur ini pada aplikasi e-mail, browser, notepad, dan juga SMS. Walau awalnya ponsel ini hanya mengerti bahasa Inggris namun ketika saya coba berbicara dengan kalimat Bahasa Indonesia berulang-ulang akhirnya ponsel ini mengerti bahasa Indonesia yang saya ucapkan.

Ponsel ini juga dapat memainkan beberapa game yang membutuhkan grafis yang tinggi, hal ini bisa terlaksana berkat chip Adreno yang dijejalkan kedalamnya. Sedangkan untuk prosesornya ponsel ini menggunakan ARM 600MHz yang memang masih dibawah kecepatan ponsel high-end saat ini namun cukup mumpuni untuk menjalankan beberapa aplikasi yang sering saya gunakan seperti Documents ToGo, WordPress Mobile dan aplikasi dari layanan Google.

Ponsel ini juga memiliki kamera 3.2 megapiksel dengan fitur autofokus namun sayangnya tidak memiliki lampu flash sehingga pengambilan foto akan lebih optimal jika cahaya cukup. Namun kameranya memiliki fitur geo-tagging, karena ponsel ini dilengkapi dengan GPS didalamnya.

Batrenya juga terbilang pas-pasan, dengan kapasitas 1,250mAh dimana awalnya saya merasa bahwa batrenya sangat boros ketika digunakan, dalam percobaan awal, saya menemukan bahwa batre ponsel ini hanya mampu bertahan sekitar 6 jam dalam penggunaan aktif menggunakan push mail, browsing, Twitter dan chatting di Yahoo Messenger dan GTalk. Selanjutnya saya mencoba untuk mematikan fitur Sync dan koneksi Internet ketika tidak digunakan dan hanya mengaktifkan koneksi Internet bilamana dibutuhkan, hasilnya cukup mengejutkan karena ternyata ponsel ini bisa beroperasi sehari penuh yakni sekitar 13,5 jam.

Kesimpulan sementara : ZTE Blade adalah ponsel yang cukup layak dimiliki, terutama karena harga yang relatif murah namun menawarkan fitur-fitur menarik dari sebuah ponsel Android yang sejajar dengan ponsel Android high-end lainnya. Salah satunya yang juga sangat menarik adalah bahwa ponsel ini bisa dijadikan sebagai perangkat WiFi hotspot untuk lima perangkat sekaligus, setting tethering modem dengan kabel USB hanya bisa berjalan dengan lancar menggunakan Windows 7 dan Linux (saya menggunakan Ubuntu 9.10), kedua sistem operasi ini dapat langsung mengenali ponsel sebagai modem dan seketika dapat digunakan untuk mengakses Internet, sedangkan ketika saya mencoba menggunkan Windows XP, proses tethering tidak dapat berjalan dengan mulus, mungkin saya harus mengupdate Windows XP SP2 saya dengan patching terbaru.

Mohon maaf jika tulisan ini terlalu pendek dan tidak mengulas secara lebih detail dari semua fitur yang ada, jika memungkinkan saya akan mengulas fitur-fitur dari ponsel ini secara lebih mendalam di lain waktu. Terima kasih telah mengunjungi blog ini.[Q]

*) di-publish menggunakan aplikasi WordPress Mobile untuk Android yang terinstall pada ZTE Blade.