Nggak Sengaja Menjajal Peppermint OS

Minggu sore, iseng-iseng download Pappermint OS menggunakan ponsel, eh ternyata berhasil, padahal proses download sempat beberapa kali terputus.

Setelah proses download selesai, saya langsung memindahkan file .ISO dari ponsel ke PC dan langsung meng-installnya ke USB flashdisk*) yang memiliki kapasitas 2GB.

*) Langkah-langkah untuk melakukan instalasi Linux ke USB flashdisk, bisa dilihat pada tautan berikut ini.

Setelah proses pemasangan ke USB flashdisk berhasil, sayapun langsung mencoba menjalankan Peppermint OS tersebut secara Live, dan ternyata sistem operasi turunan Ubuntu ini berjalan sangat lancar dan ringan, padahal spesifikasi dari laptop yang saya gunakan terbilang pas-passan, namun Pappermint OS berjalan sangat smooth tanpa kendala, layar dan fitur sound tampil sangat sempurna.

Sistem operasi Peppermint OS bisa berjalan sangat ringan karena ia hanya menyertakan sejumlah paket yang memang benar-benar diperlukan, berbeda dengan distro Linux lain yang hadir dengan sejumlah aplikasi produktifitas seperti, LibreOffice, GIMP dan lainnya.

Pada menu Office misalnya, ia hanya menampilkan aplikasi Document Viewer, GMail, Google Calender dan Google Drive, sedangkan pada menu Graphics, ia hadir dengan sejumlah aplikasi seperti Editor Pixlr, Pixlr Express, Image Viewer, dan Simple Scan. Hal ini memang sengaja dibuat demikian karena distro ini memang telah ditujukan untuk bisa memanfaatkan fungsi dan fitur cloud computing, sehingga sejumlah aplikasi memang harus diakses melalui jaringan Internet, namun demikian pengguna juga masih diberi kelaluasaan untuk menginstall aplikasi yang diinginkan melalui menu Software Center yang tersedia.

Salah satu fitur yang menurut saya menarik adalah hadirnya aplikasi Ice Application, ini merupakan aplikasi untuk mengatur apa yang mereka sebut sebagai “Site Specific Browsers” atau SSB, melalui fitur ini, pengguna bisa mengakses sebuah website seolah-olah  merupakan satu aplikasi yang bisa diakses dengan meng-klik ikon yang ada. Beberapa ikon SSB telah hadir secara default, seperti misalnya aplikasi Express Pixlr atau Editor Pixlr, GMail, Google Calendar dan lainnya, namun pengguna juga bisa membuat sendiri melalui aplikasi Ice tadi.

Aplikasi Pixlr Editor Online yang dibuat dengan Ice

Saya mencoba untuk membuat shortcut melalui Ice untuk mengakses situs Twitter (www.twitter.com) dan Spotify  (play.spotify.com) sehingga ia akan hadir seolah-olah sebagai aplikasi aplikasi client yang bisa diakses hanya dnegan meng-klik ikon yang ada, ikon tersebut juga bisa disimpan di Desktop.

Jika anda tertarik untuk mencoba Peppermint OS, silahkan untuk mengunduhnya melalui halaman resmi mereka pada tautan berikut ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s