Sebuah Opini Tentang Midlife Crisis

Kata sebagian orang yang percaya, hidup dimulai ketika mereka berumur 40 tahun, benarkah? Secara teori psikologi, sebenarnya yang terjadi bukanlah sekonyong-konyong seperti itu, namun rentang periode umur tersebut adalah masa dimana manusia mengalami transisi menuju kemapanan. Masa transisi tersebut sering dikenal sebagai “midlife crisis” (krisis paruh baya).

Secara biologis, masa-masa ini adalah masa dimana terjadi perubahan hormonal andropause pada laki-laki dan menopause pada perempuan. Krisis pada laki-laki lebih banyak pada masalah pekerjaannya, dan pada wanita mengenai peranannya baik di keluarga atau masyarakat.

Bahkan ada penelitian yang baru-baru ini dilakukan terhadap orang utan, bahwa ternyata orang utan juga mengalami hal yang sama dengan manusia, ya orang utan juga mengalami midlife crisis.

Midlife crisis adalah saat dimana manusia menyadari hidupnya sudah setengah jalan. Mereka mulai memikirkan ulang tujuan hidupnya, pekerjaannya, perkawinannya, dan keseimbangan keluarga-pekerjaannya.
Masa transisi ini juga berhubungan dengan pencarian rasa bahagia. Setelah masa kanak-kanak, kebahagiaan di masa remaja menurun, lalu beranjak dewasa mereka ingin mengalaminya lagi. Kebahagiaan yang dirasakan saat mencintai dan dicintai, atau memiliki barang favorit tertentu. Possession, kepemilikan. Hal ini dikenal dengan kurva bentuk U, dalam istilah psikologis. (Jika mungkin definisi yang saya tulis disini kurang mengena, kita bisa mencari pengertian istilah ini dari Om Wiki atau Mbah Google).
Perubahan emosional ini juga terkait dalam hubungan laki-laki dan perempuan. Bagi mereka yang telah mapan secara emosional dan finansial, periode ini cenderung ingin mencari tantangan baru dan suasana baru. Si lelaki mulai senang berdandan (lagi) dan melirik lawan jenisnya. Namun tentu ini janganlah dijadikan pembenaran, karena bagaimanapun hal ini sangatlah salah terutama bagi mereka yang telah menikah.
Celakanya, produk dan perkembangan teknologi saat ini lebih memudahkan manusia untuk melakukan pecarian tersebut, sebut saja situs jejaring sosial yang bisa menemukan “teman lama” atau “teman baru” yang selanjutnya bisa dilanjutkan dengan saling bertukar nomor ponsel, alamat e-mail atau PIN BlackBerry.
Kontrol moral dan penguasaan diri tentu menjadi kunci utama dalam mengendalikan Midlife crisis ini, jika ini menghampiri kita (terutama bagi yang sudah menikah). Usahakan untuk mengingat hal terindah dan hal yang menarik dari pasangan kita, ada baiknya kita me-rewind apa yang telah kita lalui bersama suami/istri kita, saat ketika kita memulai perkawinan dari titik nol sampai berada pada posisi sekarang.

Lihatlah anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang kita. Janganlah hidup dan pernikahan anda menjadi hancur karena euphoria sesaat ketika kita melihat lawan jenis yang terlihat menarik di awalnya namun akan mengakibatkan masalah berkepanjangan dikehidupan kita pada akhirnya.[Q]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s