Trik sederhana memantau koneksi server

Ketika saya ditugaskan untuk mengelola jaringan di tempat kerja, saya mulai belajar untuk menggunakan Aplikasi Linux Console mode karena memang server nya menggunakan Linux turunan Knoppix, setelah itu saya mulai teringat ketika beberapa tahun lalu saya pernah membaca di sebuah artikel bahwa sebuah server sebenarnya bisa dioperasikan secara remote. Alih-alih mengoperasikan server secara remote, mengoperasikan console Linux-pun saya masih tergagap-gagap dan masih harus ditemani oleh “buku primbon” yang beberapa tahun lalu saya beli dan mulai terasa manfaat buku tersebut ketika saya mendapat tugas ini.

Namun jika hanya sekedar untuk memeriksa jaringan koneksi lancar atau tidak, saya cukup menggunakan aplikasi messenger yang saya instal pada server, karena Linux yang saya gunakan adalah Depdiknux (distro turunan Knoppix yang dibuat khusus oleh Depdiknas bagi sekolah-sekolah yang tergabung dalam Jardiknas dan dikelola oleh ICT Center di kota masing-masing), maka aplikasi messenger yang saya gunakan tentu harus berbasis text user interface.

Dengan aplikasi CenterICQ (yang belakangan namanya berubah menjadi CenterIM), selain saya bisa melakukan instant messaging dengan para pengguna Yahoo Messenger, ICQ, AOL dan juga MSN, saya juga bisa memeriksa koneksi jaringan koneksi server yang saya kelola, kok bisa?, ya sederhana saja, dengan mengaktifkan dua buah account Yahoo Messenger (YM), yang salah satunya dijalankan di server dan satu lagi saya jalankan di PDA, sehingga jika saya sedang berada jauh dari kantor saya bisa memeriksa melalui PDA, jika account YM yang dipasang pada server tampil di PDA berarti jaringan memang sedang bagus dan sebaliknya jika account YM yang dipasang diserver tidak tampil pada layar PDA berarti telah terjadi sesuatu dengan koneksi server di kantor saya. Sayangnya saya belum bisa melakukan perbaikan secara remote terhadap server tersebut.

Jika ada rekan-rekan pembaca yang mengetahui bagaimana cara melakukan remote ke server, mohon untuk menghubungi saya secara japri di rosgani(at)gmail(dot)com, terima kasih yaaa []

Hilal dan MegaClock 1.9 di Palm

Setiap menjelang Ramadhan berakhir, terkadang muncul perbedaan pendapat diantara kaum muslimin mengenai datangnya hilal (kemunculan Bulan saat pergantian dari bulan Ramadhan ke Syawal) dan dengan munculnya bulan (Hilal) tersebut atinya kaum mulimin bisa mengakhiri puasa dan melaksanakan Idul Fitri.

Seperti yang terjadi pada Ramadhan tahun lalu, bahwa pada Minggu 22 Oktober 2006, selepas maghrib Pemerintah mengumumkan bahwa Idul Fitri dilaksanakan tetap pada tanggal 24 Oktober setelah melihat hasil dari para ahli hilal, bahwa pada saat itu tidak melihat adanya hilal. Namun bagi kaum Muhammadiyah, lebaran tetap dilaksanakan pada hari Senin 23 Oktober 2006. Saya tidak akan menanggapi perbedaan tersebut.

Namun pada aplikasi MegaClock di Palm, saya melihat adanya aplikasi yang bernama Moon Phases, disana digambarkan fase-fase bulan selama sebulan penuh. Ribut-ribut mengenai hilal saya melihat pada aplikasi Moon Phase di MegaClock pada Minggu siang dan melihat bahwa bulan benar-benar tidak tampak. Pada Aplikasi tersebut tertulis nama fase: New Moon dengan visible 0%, sementara umur bulan pada tanggal 22 Oktober 2006 jam 1:13:45pm adalah 0 hari 0jam 57menit, sementara jarak dari bumi adalah 403179 km.


Sebaliknya pada hari Senin tanggal 23 Oktober 2006 jam 1:38:28pm penampakan bulan sudah mencapai 1%, fase ini dinamakan waxing crescent, dengan umur 1 hari 1jam 22menit dan jarak dari bumi adalah. 401013 km.
Terlepas dari semua itu, pada intinya semua ini tergantung dari keyakinan kita masing-masing, dimana perbedaan pendapat mengenai pelaksanaan Idul Fitri bagi kaum muslim adalah sebuah khasanah yang harus kita terima.[]

Linux Console dan MacOS X

Sudah sejak dua tahun lalu saya mempelajari linux, tapi rasanya masih sangat awam terus, mengingat saya memang tidak belajar secara sungguh-sungguh.

Adapun Linux yang saya pelajari pada waktu yang lalu adalah berupa LiveCD dan dengan tampilan yang sudah “manusiawi” (user friendly, karena memang menggunakan mode GUI).

Akhir-akhir ini saya mendapat tugas dari tempat saya bekerja untuk menjadi admin jaringan, kebetulan server menggunakan Linux yang hanya menggunakan Console mode sebagai interfacenya, so saya kepaksa mempelajari kembali Linux console yang memang belum saya pahami sepenuhnya. Tapi ternyata bekerja dengan console malah lebih enak dan tidak banyak memakan waktu loading yang lama seperti halnya pada tampilan GUI, padahal komputer server masih menggunakan Pentium tua lho…

Antara MacOS X dan Linux Console

Baru-baru ini saya memang sedang kena demam ratjoen Mac, ratjoen yang sudah lama bersemayam ditubuh saya kini muncul kembali ke permukaan, saat ini mungkin sudah dalam tahap stadium IV, namun apalah daya, penawarnya sangat sulit untuk saya dapatkan… paling tidak dalam waktu dekat ini.

Beberapa alasan, kenapa saya begitu menyukai Mac :
– Tampilan GUI nya yang penuh animasi namun terkesan teduh, membuat saya langsung kepincut saat pertama kali memandangnya.

– Stabilitas sistem yang lebih baik dibanding OS yang selama ini saya gunakan, membuat saya merasa nyaman ketika terhubung dengan Internet, baik chatting, e-mail dan browsing tanpa takut terkena spyware, spamware dan virus atau trojan dan program-program perusak lainnya.

– Tampilan dan user interface yang intuitif membuat Mac terasa lebih user friendly, lebih mudah digunakan bagi pengguna awam sekalipun.

– Selain itu, pengguna awam yang tidak memiliki background IT tidak harus bingung jika akan menginstal aplikasi software atau hardware. Untuk menginstal software, hanya dibutuhkan beberapa klik dan drag ke folder aplication, begitu juga jika kita akan menguninstal atau menghapus program, tinggal men-drag-nya ke icon trash (tempat sampah).

Ingin pasang hardware baru?, tinggal tancapkan dan langsung jalan tanpa harus menginstal driver..bener-bener plug and play dan bukan plug and pray (tancapkan lalu berdoa semoga hardwarenya bisa jalan dengan baik) seperti yang sering saya alami di OS lain.

Sebenarnya masih banyak kelebihan-kelebihan lain yang dimiliki Mac seperti aplikasi Virtue Desktop, menjadikan kita seakan-akan memiliki lebih dari satu layar dan untuk berpindah ke layar lain ditampilkan dengan aplikasi yang bisa kita pilih, Spotlight adalah aplkasi bawaan MacOS yang sungguh cerdas, untuk menemukan sebuah kata, kalimat atau aplikasi cukup dengan menuliskan bagian hurufnya saja, ada juga QuickSilver, fasilitas pencarian yang serupa dengan Spotlight namun memiliki lebih banyak fungsi yang lebih banyak dan lebih dari sekedar aplikasi pencarian biasa. sementara aplikasi SubthaEdit adalah aplikasi yang menyerupai Notepad namun bisa diisi tulisan secara bersamaan melalui jaringan WiFi secara peer-to-peer dengan pengguna lain, sehingga kita bisa menulis secara bersamaan dan membuat tulisan secara keroyokan, ini berguna bagi kita saat melakukan meeting. Itu hanyalah sebagian kecil aplikasi yang saya tulis disini, sebenarnya masih banyak aplikasi lain yang lebih powerfull dan membuat saya makin keracunan.

Semakin saya melupakan Mac, semakin kuat keinginan saya untuk memilikinya, sebagai penawar sementara, saya mencoba mencari jalan alternatif dengan memasang MacOSX86.org pada PC tua saya, namun ternyata spesifikasi PC saya tidak memenuhi persyaratan minimal yang dibutuhkan, akhirnya sayapun pasrah dengan keadaan saat ini, dimana saya harus menelan pil pahit tiap pagi untuk menahan ratjoen Mac yang sangat dasyat.

Bersamaan dengan itu, dikantor tempat saya bekerja saya mendapat tugas baru untuk melola jaringan, diruang saya terdapat PC tua PIII dengan sistem operasi Linux Knoppix sebagai OS servernya, tamplan xwindowsnya dihilangkan sehingga saya harus menggunakan perintah console untuk mengoperasikannya, benar-benar seperti kembali ke tahun 80-an, dimana semua perintah harus ditulis dengan benar, tapi secara singkat saya bisa menikmati Linux tersebut walau saya harus mengingat semua perintahnya, sungguh sebuah pengalaman baru buat saya, dan saya makin menyadari bahwa ternyata saya sudah jauh tertinggal, karena saya baru mempelajari console menu di Linux, namun tidak ada kata terlambat untuk belajar, tiap hari saya disibukkan dengan mempelajari console menu di Linux, mulai dari chatting dan browsing dilakukan dengan text mode. Untuk chatting saya menggunakan centericq dan untuk browsing saya menggunakan aplikasi lynx, links dan elinks yang membuat saya jadi gak eling-eling sudah berjam-jam di depan komputer karena saking asyiknya…

Lambat laun, ratjoen Mac mulai berkurang walo tidak hilang secara utuh, bagaimana tidak, tiap hari saya chatting dengan orang-orang pengguna Mac dan browsing ke situs-situs yang menampilkan informasi seputar Mac, belum lagi sejak saya terkena ratjoen tersebut saya bergabung dengan milis Mac, secara tidak sadar saya memang meracuni diri sendiri dengan Mac….