The Daily Me

Judul di atas adalah sebuah sebutan yang diberikan oleh Nicholas Negroponte dalam bukunya Being Digital untuk sebuah koran digital yang dikhususkan bagi seseorang yang isinya benar-benar dibuat secara personal untuk pembacanya, didalamnya hanya memuat berita yang hanya dikehendaki oleh pembacanya, termasuk jadwal kegiatan orang tersebut selama satu minggu atau satu bulan penuh. Tentu saja, koran itu tentu tidak benar-benar ada, namun dengan sebuah perangkat genggam seperti halnya PDA atau PocketPC saat ini, kita bisa mewujudkan impian Nicholas Negroponte saat itu.

Dengan PDA dan situs Bloglines saat ini, saya bisa membaca situs-situs berita dan situs teknologi favorit saya setiap pagi, terlebih setelah hadirny fasillitas RSS Reader, semua situs yang telah dilengkapi dengan fasilitas RSS bisa kita gunduh dan informasi bisa diberikan secara langsung kehadapan kita tanpa kita harus membuka dan mencari situs mana yang sudah di update setelah itu kita tinggal memilih artikel mana yang ingin kita baca pertama kali.

Mengatur kegiatan selama satu minggu, satu bulan atau bahkan satu tahun penuh pun dapat dilakukan dalam sebuah PDA karena itu disebut PDA (Personal Digital Assisstant), jauh ketika awal-awal kemunculan PDA memang telah dijejali dengan fungsi Personal Information Manger, yang didalamnya mencakup buku alamat, daftar tugas, jam, pengingat, alarm dan catatan.

Saat ini surat kabar impian Nicholas Negroponte yang dinamakan The Daily Me tadi telah benar-benar hadir di hadapan kita, kini tinggal bagaimana kita memanfaatkannya.[]

Voice Tag/Voice Command

Beberapa produsen ponsel terkemuka sudah sejak lama menjejali produknya dengan fasilitas voice tag atau voice command namun hingga hari ini tetap saja fasilitas tersebut tidak bisa difungsikan secara maksimal. Padahal jika dilihat dari tujuan latar belakang pembuatan fasilitas tersebut sangatlah jelas bahwa untuk menjawab atau melakukan panggilan telepon, penggunanya tidak harus menekan banyak tombol pada ponsel, hal ini tentu sangat berguna saat kita sedang berkendaraan atau saat tangan kita sedang mengerjakan aktivitas lain.

Kenyataanya saat ini masih banyak para pengguna ponsel yang tidak benar-benar menggunakan fasilitas ini dalam keseharian mereka, bukan karena fasilitas ini tidak berguna namun lebih pada masalah teknis dimana ponsel yang memiliki fasilitas ini tidak benar-benar mengerti perintah suara pemiliknya sendiri, karena memang pada kenyataanya ponsel ataupun smartphone bagaimanapun juga tetaplah sebuah benda mati yang bodoh..

Saya sendiri saat ini lebih banyak menggunakan fasilitas tersebut haya untuk merubah profile saja ketimbang untuk melakukan panggilan, hal ini sangat berguna ketika saya ingin menyalakan lampu layar ponsel dalam suasana gelap sehingga saya tidak usah banyak menekan tombol. Bagaimana dengan Anda?[]

Screen Protector from Brando



10 hari setelah saya tunggu-tunggu akhirnya sampai juga screen protector untuk PDA Sony Clie NR70V saya, screen protector tersebut saya dapatkan secara gratis dari pihak Brando Workshop Hongkong setelah kami sepakat melakukan barter, pihak Brando menyimpan banner animasi di blog saya dan sebagai imbalannya saya meminta Ultra Clear Screen Protector dari pihak Brando Workshop. (Banner animasi berukuran 100×100 pixel tersebut bisa anda lihat di sebelah kanan dari halaman ini)

Ini adalah kali pertama saya memasang sendiri screen protector pada PDA saya, hasilnya lumayan juga walau awalnya sedikit mencong sehingga harus beberapa kali diulang-ulang namun akhirnya saya bisa memasang sendiri screen protector tersebut dengan sempurna.

Kini, menyentuh layar PDA dengan stylush terasa lebih empuk dan enak tanpa mengurangi sensitifitas pada permukaan layar Clie saya, tampilan layarpun tetap cemerlang dan nyaris tidak terlihat kalau layar PDA tersebut telah dipasangi screen protector, mungkin ini karena jenis screen protector yang saya pakai adalah type Ultra Clear, sementara untuk type lain Brando menyediakan Screen Protector jenis Anti-Glare.

Memainkan game atau menulis grafitti dengan stylush menjadi lebih yakin, tanpa ada rasa ragu karena takut permukaan layar jadi aus atau baret-baret, begitu juga ketika kita malas untuk mengeluarkan stylush, memilih menu atau menekan tombol pada layar bisa dilakukan langsung dengan jari atau kuku tanpa takut layar PDA jadi rusak, Thanks Brando!!! []

Back To Nature

Satu bulan setelah saya menjual R520m kesayangan saya akhirnya secara tidak sengaja saya menemukan gantinya, setelah salah seorang teman dari milis R520m_owners menjualnya kepada saya, pada buklan yang sama saya juga mendapatkan hadiah dari Majalah Biskom saat saya mengikuti acara seminar menulis di Roxy beberapa waktu lalu, hadiahnya berupa USB Wireless LAN adapter merek ASUS WL-167G, karena saya tidak memiliki laptop dan saat ini saya tinggal di daerah yang tidak ada Wi-Fi HotSpot jadi saya memutuskan untuk menjual alat ini. Uang hasil penjualan barang tersebut saya belikan ponsel Ericsson R520m.

Kondisi fisik R520m tersebut sangat mulus, hanya saja dibagian bawah dekat konektor ada sedikit bagian yang terkelupas, namun semua ini sama sekali tidak mengganggu fungsi, body belakang juga terlihat agak kusam, hal ini dikarenakan pemilik sebelumnya sengaja melicinkan permukaan ini dengan cara meng-amplasnya, sehingga logo Ericsson warna biru yang menjadi kebanggaan saya jadi terlepas dan hilang entah kemana, namun lagi-lagi keadaan ini sama sekali tidak mengganggu fungsi dan performance dari ponsel ini.

Dilengkapi dengan 3 buah batre, charger original Ericsson, dus dan buku serta cover kulit merek Quality, membuat saya tidak menyesal membeli gadget bekas ini, terlebih ketika belakangan saya mengetahui bahwa tiga buah batre tadi bisa bertahan selama 5 hari penuh padahal saya terbilang aktif menggunakan ponsel untuk berkomunikasi suara maupun SMS dan GPRS. Dari ponsel R520m saya sebelumnya saya masih memiliki 2 buah batre yang masih bagus, sehingga saat ini saya memiliki 5 buah batre untuk R520m ini.

Firmware yang tertanam pada R520m ini lebih baru dari firmware yang dimiliki oleh R520m saya sebelumnya, jika sebelumnya saya menggunakan firmware versi R2S, pada R520m baru ini menggunakan versi R4A, walaupun begitu saya tidak melihat perbedaan yang signifikan dari perbedaan firmware ini, namun game Snake tersembunyi yang ada pada R520m memiliki tampilan yang sedikit berbeda, jika sebelumnya untuk mengaktifkan game tersembunyi ini kita menekan tombol angka 123 pada saat logo Erix muncul, pada R520m ini tombol yang ditekan adalah 789. Perbedaan lain adalah pada history terlihat adanya ikon-ikon ‘phone’ atau ‘card’ disamping nomor yang masuk atau keluar, ikon phone merangkan bahwa nomor tersebut berada pada memory ponsel dan ikon card menerangkan bahwa nomor tersebut berada ada memory sim-card. Ikon ini tidak saya temukan pada R520m saya sebelumnya.

Menyalin phonebook yang ada pada ponsel T68i ke R520m cukup dilakukan via infra merah sehingga semua nomor kontak yang ada pada T68i saya bisa langsung di-copy-kan ke R520m tanpa ada yang tersisa. Fungsi Bluetooth dan GPRSnya bekerja sangat sempurna, terbukti ketika saya mencoba untuk mengakses beberapa situs WAP dengan ponsel ini atau juga dengan menggunakan Clie saya dengan memposisikan ponsel ini sebagai modemnya.[]

Short Review: Batre Delcell

Batre Delcell yang saya terima sebagai hadiah membuat tulisan pendek datang via jasa pengiriman TIKI, awalnya saya mengira bahwa paket tersebut datang terlambat, namun rekan saya yang sama-sama mendapat hadiah batre tersebut ternyata belum juga menerima paketnya.

Packing
Packing batre Delcell ini terbuat dari plastik kokoh mirip tempat pinsil mini, sehingga bekas pembungkus batre ini bisa saya fungsikan sebagai tempat untuk menyimpan uang recehan atau benda-benda kecil seperti cicin dan kalung.


Performa

Saya langsung memasangkan batre ini ke posel T68i saya dan langsung terlihat bahwa indikator menunjukkan bahwa batre tersebut masih dalam keadaan full-cahrge, walaupun begitu saya mencoba memasangkan pada charger dan disana tertulis ‘Alien Baterry’, namun kemampuan batre ini sungguh diatas rata-rata, walau indikator batrenya hanya memiliki 3 titik (full, setengah dan kosong), namun kemapuan standby dari batre ini bisa menembus hingga 6 hari.

Saat isi ulang batre ini pertama kali saya lakukan selama lebih dari 8 jam sesuai instruksi pada bungsuknya dan batre tersebut bisa digunakan selama 4 hari secara aktif, baik digunakan komunikasi suara (voice) maupun data (SMS dan GPRS), terlebih saya menggunakan ponsel T68i sebagai modem via infra merah ke PDA Clie saya.

Kesimpulan
Secara umum batre ini terbilang bagus, karena bisa standby lebih lama dari batre T68i saya sebelumnya, sayangnya batre ini dianggap alien batery oleh ponsel T68i saya, sehingga saya tidak bisa melihat pada satatusnya berapa lama batre ini memiliki sisa waktu standby atau waktu bicara, solusinya saya menggunakan aplikasi Kandy pada Linux, yakni sebuah aplikasi conduit untuk mengawinkan ponsel kita dengan PC, aplikasi ini selain bisa mengakses AddressBook yang ada di ponsel juga dapat memeriksa kekuatan sinyal ponsel dan kapasitas baterai yang ada pada ponsel kita. Pada posisi indikator batre setengah, Kandy mendeteksi bahwa batre tersebut masih memiliki kapasitas 65%, dalam posisi tersebut batre Delcell masih bisa bertahan selama 2 sampai 3 hari kedepan. Saat ini saya memiliki 3 buah batre untuk ponsel T68i saya, dan diantara 3 batre tersebut, batre Delcell-lah yang memiliki waktu standby paling lama.[]