Gathering id-PalmOS, 21 Januari 2006

Akhirnya saya mendapat kesempatan untuk dapat mengikuti pertemuan (gathering) milis id-PalmOS yang diadakan di PlanetBizCafe Mega Kuningan Jakarta pada hari Sabtu 21 Januari 2006 kemarin.

Acara yang dihadiri tidak kurang dari 40 orang tersebut membahas perkembangan Palm diantaranya Review Palm Tungsten X yang dibawakan Pak Nico.

Pada sesi kedua adalah pembahasan penggunaan sinkronisasi Palm dengan Macintosh, yang diselingi pertanyaan dan pemberian doorprize. Adapun barang-barang yang menjadi doorprize adalah Kaos, MemoryCard, FlashDisk, Stylush Pen 4-in-1, Majalah Gadgets, HF Jabra BT, Caller ID dan Sebagai hadiah utamanya adalah Treo 300 CDMA.

Sebetulnya sudah sejak lama saya ingin mengikuti gathering ini, namun baru kali ini saya memiliki kesempatan, sehingga saya bisa bertemu dengan beberapa sesepuh Palm dan juga beberapa teman-teman yang selama ini saya kenal lewat postingannya di milis maupun di Yahoo Messenger.

Jam 9:30 saya sudah datang ke tempat gathering dengan harapan dapat sowan dan ngobrol-ngobrol dulu dengan teman-teman, namun saya lihat pada buku absen belum ada nama lain tertulis dan ternyata saya adalah anggota pertama yang datang ke tempat itu, namun di ruang meeting sudah ada Pak Iwan (Admin) yang sedang asyik utak-atik iBook Mac-nya. Sesaat datang Pak Nico, yang selama ini saya kenal sebagai orang yang rajin utak-atik aplikasi Palm.

Sesaat setelah itu member lain berdatangan dan suasana mulai ramai, wajah-wajah yang selama ini saya lihat di foto-foto arsip gathering kini sudah berdatangan, sebut saja seperti Pak Sacha, Pak Avianto, Pak Chris WB., Pak Bambang, Pak Indra Supono, Pak Iqbal, Pak Didit P., sedikit informasi Pakk Didit ini yang menjual Palm Ultra Thin Keyboard pada saya dan sudah sejak lama dia ingin bertemu dengan saya, malamnya saya sempat kirim SMS dan mengatakan bahwa beliau tidak bisa hadir karena ada keperluan lain, namun pada saat itu dia menyempatkan diri untuk mampir ke tempat gathering karena inigin bertemu dengan saya.

Pada acara makan saya sengaja berpindah duduk mendekati Pak Meiko Tourista, orang yang selama ini saya kenal lewat Yahoo Messenger ini memang cukup enak untuk diajak ngobrol, saat itu beliau memiliki “mainan baru” yakni Jam tangan Palm OS Abacus by Fossil yang sedang ramai dibicarakan di millis, ketika saya membuka pembicaraan dengan menanyakan jam tersebut dia langsung membuka jam tersebut dan memberikan untuk memperlihatkannya kepada saya. Rekan lain di samping saya juga ikut melihat dan mencoba beberapa fitur yang ada pada jam tersebuut.

Setelah makan siang sesi tanya jawab dilanjutkan diikuti dengan pengundian hadiah utama berupa Treo 300 CDMA, pada sesi ini juga Pak Meiko dan Pak Avianto memperlihatkan MacOS yang dipasang pada laptop Intel sehingga sesaat saya sempat tertipu dengan penampilannya.

Menjelang acara ditutup, seperti biasa, semua gadget dikumpulkan diatas meja dan difoto, semua peserta juga berfoto bersama diluar ruangan. Beberapa foto gathering tersebut bisa dilihat di Flickr Pak Amen di http://www.flickr.com/photos/amen/sets/72057594051783590/

Advertisements

My Handwriting Style


Semenjak saya menggunakan PDA untuk mencatat dan menulis hampir tidak pernah saya menggunakan ballpoint atau pensil untuk menulis di media kertas, semua aktifitas menulis, saya lakukan melalui PDA atau PC. Baik dengan menggunakan stylush ataupun keyboard.

Saya baru menyadari ternyata sudah hampir lima tahun saya nyaris tidak Pernah menggunakan ballpoint, pensil ataupun spidol–kecuali untuk membuat paraf atau tanda tangan setiap akhir bulan. Akhirnya saya sedikit kaku ketika saya mencoba untuk menulis lagi di kertas, kebiasaan saya menulis dengan menggunakan stylush pada handwriting area di PDA Palm mempengaruhi bentuk tulisan saya di kertas, terutama untuk beberapa huruf seperti B, E, F, G, T dan angka 8.

Malam ini saya mencoba menulis lagi dikertas dengan harapan agar saya bisa mengembalikan bentuk tulisan saya yang dulu pernah dikagumi oleh pacar saya yang sekarang jadi ibu dari anak kami.[]

Minggu Yang Boros

Minggu-minggu terakhir ini adalah merupakan minggu-minggu terboros dalam hidup saya, bagaimana tidak, setelah saya mendapatkan SE T68i, saya tergelitik untuk mebeli beberapa aksesorisnya.

HPW-10 : Retractable Handsfree, saya dapatkan dari toko teman saya yang ternyata barang ini sudah lama nggak laku (stock lama), sehingga saya bisa mendapatkan HPW-10 tersebut dengan harga jauh lebih murah dari harga pasaran, ketika saya coba kualitas suaranya excelent banget karena memang ini barang original dari Ericsson.

Batre 850 mAh : Saya beli dari teman milis di Malang Jawa Timur, batre ini memiliki waktu standby lebih lama dari batre bawaan T68i saya. Sayangnya batre ini statusnya Alien Batre, padahal ketika dicoba di T68i teman saya batre ini tidak dianggap alien, hal ini mungkin karena software yang ada di T68i saya adalah R8A, menurut rekan saya software ini adalah yang terbaru untuk T68i, CMIIW.

Charger Ericsson Original yang saya dapat saat membeli batre cadangan dari teman milis, saya beli secara tidak sengaja karena sebetulnya saya sudah memiliki charger dari T68i saya, karena saya mendapat potongan harga untuk charger ini akhirnya saya beli juga. Dari Pembelian batre dan charger ini saya juga mendapat bonus Handsfree, walo bukan handsfree original tapi suaranya lumayan jernih dan bagus ketika saya coba pasang di R520m dan T68i saya. Thank Mas Adit.. gimana weselnya?, syukur deh kalo dah nyampe.

ICT-13, ini adalah kode produk untuk Belt Clip Holster khusus ponsel T68i, bentuknya cukup unik dan simpel namun kokoh. Saya mendapatkan Belt Clip ini dari Pak Rony http://www.DutaGemilang.com, pada sebelumnya saya sempat putus asa karena untuk mendapatkan produk ini sudah mulai susah.

My New SE T68i



Alhamdulillah, akhirnya Alloh memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa memiliki ponsel ini, sejak pertama kali melihat ponsel ini beberapa tahun lalu saya begitu tertarik dengan bentuk dan fiturnya, namun karena saat itu harganya masih mahal, jadi saya belum dapat memilikinya, tapi Alloh memang Maha Mengetahui dan Maha Pemurah, jika pun saat itu saya bisa membelinya tentu akan percuma saja karena beberapa fiturnya tidak akan dapat saya gunakan secara optimal, seperti GPRS misalnya, sebuah fitur yang saat ini lebih banyak saya perlukan ketimbang Wi-Fi Hotspot,kalaupun saya bisa memiliki ponsel tersebut saat itu, fungsi GPRSnya tidak akan saya pergunakan karena operator ponsel yang ada saat itu belum menyediakan fasilitas akses data via GPRS.

Secara keseluruhan, ponsel ini tidak memperlihatkan bahwa ini merupakan produk lama, bagaimana tidak, fitur yang disediakan begitu lengkap layaknya ponsel high-end saat ini, ya memang sih, layarnya masih 256 warna dan kamera dan MP3 Playernya terpisah sebagai aksesoris tambahan, namun kemampuan akses data yang dimilikinya bisa dibilang lebih dari cukup untuk kebutuhan mobile warrior. Menggunakan GPRS Class 10 dan juga memiliki kemampuan infra merah dan Bluetooth menjadikan ponsel ini layak dimiliki bagi mereka pengguna Mobile Internet.

Dibandingkan dengan ponsel R520m yang telah saya miliki sebelumnya, tampilan layar serta GUI (Graphi User Interface) memang sangatlah jauh berbeda, namun perpindahan dari R520m ke T68i bukanlah merupakan hal yang sulit, terlebih ketika saya bisa langsung men-sinkronisasi-kan semua buku alamat yang sebelumnya telah saya miliki pada ponsel R520m dan tersimpan pada Outlook bisa langsung dimasukkan kedalam ponsel T68i tanpa masalah dengan bantuan XTNDConnect, sehingga saya tidak usah repot-repot memasukkan kembali nomor kontak yang sudah saya miliki satu persatu. Dan ketika saya menjadikan T68i sebagai modem GPRS di PC, driver yang digunakan adalah R520m modem sehingga saya tidak usah melakukan setting ulang terhadap profil koneksi maupun hardwarenya.

Dengan aplikasi MyPicture di PC, saya juga bisa langsung memasukkan beberapa gambar dan foto yang sebelumnya saya edit dengan PhotoShop kedalam ponsel ini, untuk selanjutnya kita bisa menjadikan gambar yang dimasukkan tadi sebagai Wallpapper atau ScreenSaver. Jenis file gambar yang bisa disisipkan ke ponsel ini adalah .GIF, .JPG dan .WBMP. Kita juga bisa menyisipkan foto/gambar tersebut kedalam daftar kontak sehingga gambar tersebut bisa muncuk ketika kita menerima panggilan.

Namun menurut saya ada sedikit kekurangan yang dimiliki ponsel ini, walau bagi sebagian orang kekurangan ini mungkin sifatnya relatif, yakni suara SMSnya terlalu kecil, karena Sony Ericsson merubah suara SMSnya pada produk ini, dan kita tidak dapat memilih suara SMS dari nada dering lain, kecuali Tone, Click dan Silent. Kebiasaan saya menggunakan R520m menjadikan saya sedikit kaku saat pertama kali mencoba menulis SMS pada tombol T68i yang lebih kecil dari tombol R520m.

Produk ini merupakan produk terakhir pada saaat-saat sebelum Ericsson bergabung dengan Sony, dan setelah bergabungnya Sony dengan Ericsson produk ini diproduksi dan dipasarkan lagi dengan merubah disain bentuk dan warna tanpa merubah fitur dan fungsinya, tentu dengan merek baru SonyEricsson.