eBook, Capuccino dan Kaum Gaptek

Di suatu sore yang cerah, seperti biasa saya duduk di teras dengan secangkir capuccino sambil membaca salah satu eBook di PDA saya. Saat itu, beberapa teman saya yang akan pergi ke lapang untuk bermain bola lewat di depan saya dan melihat saya yang sedang asyik membaca, dengan serempak mereka bilang kepada saya “Sudah lah cakep, cakep ..”

Sesaat saya sempet nggak ngeh karena saya sedang asyik membaca, namun saya langsung sadar kalo mereka itu menganggap saya sedang bercermin, padahal saya sedang membaca eBook di PDA saya, wakakaka saya tertawa sendiri :)) :D…. []

Tulisan ini saya buat dari kejadian sebenarnya, untuk mendukung tulisan Pak Donny BU yang berjudul “Sekte TI dan Kaum Gaptek”.

TodayScreen Mercy Yang Bikin Emosi

HP iPAQ 6365
Pagi ini saya didatangi oleh tetangga saya yang punya Mercy (PocketPC, red), dia menanyakan beberapa hal yang tidak dia pahami seputar Mercy-nya, soalnya dia memang nggak bisa komputer, tapi punya mercy karena pemberian saudaranya.

Setelah saya membereskan masalahnya, saya coba utak-atik mercy tersebut, tanpa sengaja saya menemukan bahwa ternyata terdapat puluhan theme yang disimpan di storage device dan siap dipasang menghiasi latar belakang today screennya.

Saya coba pindahkan satu persatu file .tsk yang ada di storage device tersebut ke folder Windows sehingga pilihan background di Today menjadi semakin variatif, saya coba buka file .tsk satu persatu mulai dari logo klub sepak bola sampai blonde dan girl, sampai pada suatu saat saya melihat theme yang bernama Palm, saya buka themse tersebut dan JELEGERRRR!!!! Bagaikan disambar petir, gambar themes-nya bikin saya mangkel, kesel, pengen marah tapi nggak bisa…

Bagaimana tidak, di sana terdapat foto yang menampilkan Becak (Palm m500) yang dijadikan sebagai tatakan (alas) cangkir kopi diatas meja, dengan posisi layar menghadap keatas…. Tanpa basa-basi saya langsung hapus theme tersebut dan menggantinya dengan theme Blonde.

Memang sudah nasib….

-rosgani (pengguna Palm m500)-

eBook, Linspire dan PDA Lama

eBook, Linspire dan PDA Lama

Sejak saya mengganti PDA Casio Pocket Viewer dengan Palm beberapa bulan lalu, PDA Casio saya hampir tidak saya sentuh, malahan PDA tersebut sudah pindah ke beberapa tangan karena saya meminjamkanya ke teman-teman yang membutuhkan kalkulatornya untuk ujian statistik dan akuntansi di kampus.

Setelah PDA Casio tersebut kembali ketangan saya, iseng-iseng saya buka lagi eBook dalam PDA Casio Pocket Viewer saya, tanpa sengaja saya menemukan artikel eBook yang belum sempat saya baca yang berjudul Windows vs Linux yang saya ambil dari situs http://www.michaelhorowitz.com, di dalamnya membahas kelebihan, kekurangan dan perbandingan antara Windows dan Linux, pada artikel tersebut saya juga menemukan beberapa nama distro Linux yang belum saya coba serta beberapa situs referensi tentang Linux dan artikel-artikel linux lain, salah satu distro Linux yang menarik perhatian saya yakni distro Lindows yang kini berganti nama menjadi Linspire.

Saya langsung browsing situs-situs referensi yang ada di artikel tersebut dan tertarik juga untuk menggunakan Linspire yang memang memiliki tampilan yang manis, karena terpikat oleh kecantikannya, saat itu juga saya langsung membeli Linspire LiveCD di GudangLinux.net.

Kembali lagi ke soal PDA Casio saya, ada alasan mengapa akhir-akhir ini saya jarang menyentuhnya, padahal sejak saya membeli PDA tersebut saya hampir tidak pernah lepas darinya, jangankan dipinjamkan ke teman dalam waktu lama, di tinggalkan di rumah saja tidak pernah. Alasan pertama adalah karena saya memang sudah memiliki PDA Palm, walaupun masih tergolong Palm lama, tapi PDA Palm ini memenuhi keinginan saya untuk dapat browsing, chatting dan yang terutama mengakses e-mail dimana saja, tentu dengan menggunakan ponsel Ericsson R520m sebagai modem GPRS-nya.

Alasan kedua, cardle PDA Casio tersebut pernah terendam air semalaman sehingga konektornya sedikit berkarat dan ini menyebabkan saya sedikit kesulitan saat melakukan sinkronisasi, terkadang nyambung terkadang tidak, seringnya sih tidak, tergantung posisi konektor COM serial yang memang harus sedikit digoyang-goyang saat dipasang.

Sambil mengulang kenangan manis bersama PDA lama saya, saya coba utak-atik cradle yang rusak tadi, saya coba masukkan beberapa artikel eBook kedalamnya, namun karena cradle-nya sudah mengalami kerusakan pada tingkat stadium 3 jadi saya menyerah untuk terus menggunakan cradle tersebut. Solusinya, saya pinjam cradle PDA teman saya yang juga memiliki PDA Casio yang sama denga saya. Akhirnya saya bisa menambahkan eBook dan aplikasi baru kedalam PDA lama saya, iseng-iseng saya coba orak-atik dan memasang kembali cradle lama saya, ternyata sekarang cradle lama jadi bisa dipakai lagi.

Sementara orang lain menggunakan produk konvergensi seperti PDA Phone atau Smartphone, saya malah sibuk dengan dua buah PDA dan dua buah ponsel dalam tas saya, saya jadi teringat kolom Weekly Review di Detik.com yang ditulis oleh Pak. Donny BU dengan judul Sekte TI dan Kaum Gaptek. Terus terang saya kesindir banget tuh sama tulisan tersebut, top… salut dah sama Pak Donny, ternyata bukan cuma saya yang jadi korban teknologi :)).