UltraDisc VCD Rental = Spammer Lokal??

Beberapa waktu lalu, di kota tempat saya tinggal telah hadir UltraDisk VCD rental, salah satu jasa rental VCD dan DVD original yang tersebar di hampir seluruh kota di Jawa Barat. Saya bersama Istri dan anak saya langsung berkunjung dan memilih beberapa film yang akan kami sewa.

Saat itu kami meminjam dua buah VCD, Shark Tale film animasi untuk anak saya dan The Cellular untuk saya dan istri, karena saya pelanggan baru, saya disodori form pendaftaran anggota dan diharuskan membayar uang pendaftaran anggota reguler sebesar Rp. 5,000 rupiah ditambah biaya sewa dua buah VCD original yang harganya jauh dari harga sewa VCD bajakan yang sudah tersebar di pelosok gang.

Dalam form pendaftaran tersebut ada kolom untuk mengisi alamat e-mail dan tanpa berpikir panjang saya langsung memasukkan alamat e-mail utama saya, saat itu tidak terpikir oleh saya bahwa pihak UltraDisk(UD) akan memberikan informasi Film terbaru melalui e-mail, saya kira e-mail tersebut sama halnya dengan nomor telepon agar disuatu saat mereka bisa menghubungi saya lewat e-mail.

Dua hari setelah itu, seperti biasa, sebelum saya pergi kerja saya selalu memeriksa e-mail melalui PDA Palm saya dengan koneksi GPRS-nya ponsel kesayangan Ericsson R520m, dan saya cukup kaget karena tiba-tiba muncul dua buah e-mail dari pihak UltraDisk dengan alamat infofilm@ultradisc.co.id, yang berisi info film terbaru plus beberapa attachment yang membuat pulsa GPRS saya terkuras, saya langsung memutuskan koneksi internet dan melihat isi e-mail tersebut, wah saya nggak perlu informasi seperti ini, selanjutnya secara baik-baik saya balas email tersebut dan meminta pihak UltraDisk untuk berhenti mengirimi saya e-mail, namun mungkin karena e-mail tersebut dikirim secara otomatis oleh system sehingga balasan saya tidak mendapat respon dari customer service secara real time.

Keesokan harinya saya masih mendapat e-mail berupa filem terbaru yang sudah mereka miliki. Sepulang kerja saya langsung menghubungi pihak UltraDisk di kota saya dan saya menjelaskan keinginan saya agar pihak UD tidak terus mengirimkan e-mail seperti itu. Namun karena e-mail tersebut dikirim oleh UltraDisk pusat, sehingga pihak UltraDisk di kota saya tidak dapat melakukan peghapusan email secara langsung namun harus menghubungi dulu pihak UD pusat di Jakarta. Untuk kedua kalinya saya datang lagi ke UD di kota saya dan mereka masih menunggu konfirmasi dari pusat, walah….

Sialnya, sampai tulisan ini saya upload, saya masih saja menerima e-mail yang berisi informasi filem terbaru plus attachment gambar yang bikin pulsa GPRS saya jebol (maklumlah saya bukan orang yang tajir dengan pulsa), dan yang bikin saya kesal, semua informasi film yang dikirimkan sudah saya tonton semua filmnya, sh!t, the sound like a spammer… yes local spammer…

Advertisements

EBook di Perangkat Genggam

Beberapa minggu setelah saya membuat artikel yang berjudul “The Man With Library in His Pocket” yang menceritakan bahwa kita sebenarnya dapat menjadikan perangkat genggam yang kita miliki, seperti halnya Ponsel, PDA, dan SmartPhone, dapat dijadikan perangkat untuk membaca eBook atau eBook Reader. Tabloid PULSA sebagai tabloid yang membahas perkembangan teknologi seluler di Indonesia memuat artikel sejenis dengan yang saya buat.

Tabloid tersebut menjadikan pembahasan eBook pada ponsel ini sebagai topik utama bulan ini. Saya sama sekali tidak menuduh atau berfikir kalau tabloid tersebut mengikuti saya, karena memang isi dan pembahasan di tabloid tersebut lebih kompleks dan lebih jelas, sementara pada situs saya dan blog saya ini saya hanya menullis testimonial sekilas saja.

Okey, all… Happy reading!

Sent with SnapperMail + R520m + Palm Ultra Thin Keyboard

Holiday Inn, 11 April 2005

Pada tanggal 11 April 2005 lalu saya diberi kesempatan untuk mengikuti acara Workshop TI yang diadakan oleh HP Indonesia, bertajuk Digital Life, yang rencananya akan diselenggarakan di 9 Kota besar di Indonesia, Bandung adalah kota pertama dalam acara roadshow tersebut.
Bertempat di Ballroom Hotel Holiday Inn Bandung, acara dimulai pukul 9.30, dibuka oleh Opa Michael Sunggiardi, yang sekaligus menjadi MC pada acara tersebut.

Sesi pertama dibawakan oleh Frans Thamura Tbk. ya begitulah beliau dipanggil oleh Opa Michael S. Sunggiardi, Tbk. (terbuka) bukanlah salah satu gelar hal ini dimaksudkan karena Frans memang orang yang selalu berkecimpung di dunia Open Source bidang Java programming, beliau adalah salah satu pembicara termuda dan hal ini sempat dijadikan kuis oleh Panitia dengan pertanyaan “Urutkan 3 Pembicara berdasarkan usia yang termuda”. Pada kesempatan itu Frans Thamura membahas penggunaan aplikasi Java untuk pembuatan Messenger Server setara Yahoo Messenger yang juga dapat diakses dengan menggunakan perangkat HP iPAQ PocketPC. Pada sesi ini para pengunjung diberi kesempatan untuk mencoba mengakses aplikasi messenger tersebut dengan menggunakan perangkat PocketPC, namun dari 15 orang peserta (termasuk saya) yang mencoba aplikasi tersebut hanya beberapa saja yang berhasil terhubung dengan server Messengernya. Hal ini terjadi karena dari beberapa pengguna pada saat itu ada yang menggunakan ID yang sama.

Pada sesi berikutnya yakni pembahasan mengenai pemasangan LTSP (Linux Terminal Server Protocol), yang dibawakan oleh Wak Haji Onno W. Purbo, demikian Opa Michael menyebutnya. Serta bagaimana melakukan remote terhadap jaringan dengan menggunakan Linux, seperti biasanya Pak Onno yang kini menyandang predikat Haji selalu kocak dalam membawakan presentasinya, terlebih ketika beliau menceritakan sulitnya memasang Linux Mandrake yang biasa beliau pakai pada mesin Proliant milik HP, yang membuatnya stress selama dua minggu.

Sesi terakhir membahas penggunaan produk HP dalam kehidupan kita sehari-hari mulai dari penggunaan kamera digital dan mencetaknya kedalam Printer HP PhotoSmart milik HP melalui gelombang bluetooth, sesi ini dibawakan oleh Opa Michael Sunggiardi. Pada sesi ini juga peserta diberi kesempatan untuk mencoba dan mempraktekan cara mencetak photo yang sebelumnya memang sudah diambil sebelum acara workshop dimulai, dan mengambilnya dari PC terminal dengan perangkat PocketPC atau lebih tepat disebut PDA Phone iPAQ H6365 untuk selanjutnya di transfer melalui Bluetooth ke printer HP photoSmart yang bentuk dan ukurannya mirip seperti pemanggang roti.

Pada setiap sesi diselingi dengan perkenalan produk HP mulai dari perangkat bisnis kecil dan menengah seperti PDA, Laptop dan Printer sampai dengan perangkat enterprise, seperti server HP Proliant. Para peserta juga mendapat dua kali coffe break dan satu kali makan dengan menu yang cukup istimewa.

Acara yang dimulai dari pukul 09.30 sampai 17.00 ini terasa begitu singkat dengan adanya selingan kuis melalui SMS dan pembagian hadiah dari pihak HP sebagai penyelenggara, peserta yang telah berhasil menjawab pertanyaan dengan benar melalui SMS, masing-masing mendapatkan hadiah berupa Jaket, Majalah CHIP dan juga Tas dari HP.

Setelah acara ini selesai, saya sibuk mengambil foto dan mejeng bareng para pakar IT Indonesia namun sayangnya ponsel kamera P800 Kang Wawan–rekan saya dari Subang–saat itu kehabisan baterainya, tapi untungnya saya mendapat kenalan baru Pak H. Simandjuntak yang berbaik hati untuk mengambil foto-foto di bawah ini menggunakan O2 XDA II-nya dan men-transfernya kedalam Palm saya. Pak Simandjuntak ini juga salah satu pemenang kuis SMS yang mendapatkan hadiah jaket dari HP. [Q]