Bandwith Besar Pada Ponsel, Siapa Perlu?

EDGE, 1xEV-DO, UMTS, WCDMA, 1xEV-DV, CDMA. Semua singkatan-singkatan tersebut yang mungkin membingungkan kita, namun maksud intinya adalah: teknologi tersebut menyediakan akses data yang cepat dan besar untuk perangkat mobile (khususnya ponsel) yang kita miliki. Kecepatan dari jenis akses tersebut memang sangat bervariasi, saat ini kebanyakan ponsel yang kita miliki memang hanya digunakan untuk percakapan voice atau mengirimkan text SMS saja, namun dengan teknologi masadepan, sebuah ponsel yang mendukung teknologi diatas tadi akan dapat mengirimkan data yang lebih besar secara cepat, namun yang menjadi pertanyaannya adalah, data macam apa yang akan kita kirim dengan perangkat mobile (ponsel)?.

Kebanyakan dari data wireless saat ini dibuat dengan menggunakan .wml (wireless markup language) yakni sebuah bahasa yang dibuat hampir menyerupai .html untuk website namun sengaja diminimalis agar dapat masuk kelayar ponsel dan disalurkan pada jalur bandwith selular yang relatif kecil. Dengan aplikasi protokol yang disebut WAP (Wireless Application Protocol) kita dapat mengakses berbagai informasi, seperti bisnis, hiburan, keuangan, olah raga, cuaca dan humor, namun WAP bukanlah aplikasi pengganti web internet, WAP hanyalah sebuah browser mini dan sederhana yang memungkinkan penggunanya mengakses informasi lewat ponsel, aplikasi WAP tidak memerlukan bandwith yang sangat besar, begitu juga dengan SMS yang populer tersebut, kecuali jika kita ingin melakukan percakapan dengan lawan bicara sambil melihat wajahnya secara real time dilayar ponsel mirip telekonfrensi, namaun apakah Kita benar-benar ingin melihat wajah lawan bicara saat menelepon?.

Saat ini keberadaan game online (seperti Ragnarok) di Internet memang begitu populer, karena hal ini, beberapa produsen game berusaha untuk mencangkokan permainan online ini kedalam sebuah ponsel, hal ini jelas membutuhkan bandwith yang besar untuk dapat memainkan game secara real time pada sebuah ponsel, namun apakah kita merasa nyaman menggunakan tombol ponsel sebagai joystick?, ditambah ukuran layar yang relatif kecil?, semua kendala itu mungkin mengurungkan niat kita untuk mencoba aplikasi permainan online lewat ponsel tadi.

Penggunaan kamus, database, ensiklopedi, yang bisa diakses melalui perangkat mobile adalah suatu aplikasi yang cukup menarik, namun data tersebut hanya dibuat dalam bentuk text yang tentu tidak membutuhkan bandwith yang terlalu besar, bahkan penggunaan aplikasi data navigasi sebagai bentuk dari database yang dapat dipakai bersama aplikasi GPS (Global Positioning Systems) bisa diakses dengan mudah tanpa membutuhkan bandwith yang besar dan dapat bekerja hanya dengan menggunakan perangkat mobile berfasilitas standar.

Jika dilihat secara sekilas, data dalam bentuk text memang bukanlah sesuatu yang menarik, namun penggunaan data text adalah yang paling banyak digunakan saat ini, mengakses e-mail (tanpa attachment) secara mobil dan nirkabel, mengakses situs berita, bahkan situs RosganiSoft Mobile Article yang Anda lihat saat ini menggunakan informasi dalam bentuk text, yang memungkinkan untuk diakses secara nirkabel dengan menggunakan perangkat mobile seperti PDA, Ponsel tanpa memerlukan bandwith yang teralalu besar.

Jadi pertanyaannya, apakah anda benar-benar membutuhkan bandwith yang besar untuk perangkat mobile Anda?, jika iya, data seperti apa yang akan Anda akses dengan perangkat anda tersebut?[Q]

Advertisements

SABUGA, 23 September 2004

Kamis, 23 September 2004 saya menghadiri acara seminar sehari Internet yang diadakan oleh Telkom Divre III Bandung, acara digelar di Gedung Sasana Budaya Ganesha (SABUGA) Bandung merupakan rangkaian dari acara Internet Goes to School 2 yang sebelumnya sudah diadakan oleh Telkom di masing-masing Divre. namun acara seminar kali ini dipusatkan di Bandung, dalam rangka memperkenalkan konsep warnet murah untuk sekolah-sekolah yang memang sudah digagas oleh Bapak Onno W. Purbo. Ada dua orang yang saat itu menjadi pembicara pada acara yang berlangsung sangat akrab tersebut. Ibu Judith MS dari AWARI (Asosiasi Warnet Indonesia) dan juga pakar Internet Bapak Onno W. Purbo, yang kita kenal sebagai pembuat konsep VOIP Perjuangan di Indonesia.

Para peserta yang kebanyakan adalah para pendidik atau guru dari berbagai SLTP, SMA dan SMK yang datang dari daerah Bandung, Subang dan sekitarnya terlihat antusias mengikuti seminar tersebut, hal ini terbukti dari banyaknya pertanyaan dari peserta tentang materi yang disampaikan, mulai dari penggunaan Internet, pencegahan pornografi di Internet, serta pembuatan e-mail server untuk sekolah.

Pak Onno yang terlihat santai dengan pakaian batik lengan pendek, celana denim dan beralas kaki sandal gunung, terlihat sportif dan sikap-sikapnya yang kocak membuat suasana terkesan santai dan tidak kaku, sesekali Bu Judith dan Pak Onno bercanda saling menimpali dan berkomentar dengan gaya humorisnya masing-masing, Bu Judith yang melempar pertanyaan “apa sih arti homepage?” tidak ada satupun peserta yang tepat menjawab akhirnya pertanyaan di lempar ke Pak Onno yang sedang sibuk menjawab e-mail dengan laptop-nya, Pak Onno mengomentarinya dengan jawaban canda yag diikuti oleh gelak tawa peserta.

Saat itu saya kebetulan berkesempatan untuk mempresentasikan situs yang sedang Anda baca ini, pasalnya Bu Judith bertanya “Apakah ada peserta yang memiliki homepage pribadi?” akhirnya saya maju kedepan dan moment ini tidak saya sia-siakan untuk ber-foto bersama pakar Internet Indonesia, Bapak Onno W. Purbo yang saat itu masih asyik dengan laptopnya membalas e-mail dari rekan-rekan milisnya. Akhirnya saya duduk didepan, disamping Pak Onno, karena Bu Judith meminta saya untuk menjadi asisten dadakan agar saya membukakan beberapa situs yang sedang beliau bahas saat itu.

Acara yang berlangsung kurang lebih lima jam itu, diakhiri dengan pembahasan konsep Internet murah bagi sekolah-sekolah dan pembagian hadiah berupa CD dokumentasi yang dibuat khusus oleh bapak Onno, Starterpack Flexi Area Bandung, Majalah Bisnis Komputer, Kartu InstantSave edisi launching dan beberapa merchandise lain dari Telkom.[Q]

Terima kasih untuk Bpk. Junaedi dari Telkom Subang yang sudah mengundang saya dalam acara tersebut, Anda bukan hanya memberikan ilmu dan pengalaman buat saya tapi juga mewujudkan mimpi saya untuk bertemu dengan pakar Internet Indonesia.
Terima kasih juga saya ucapkan buat rekan-rekan di SMK Bina Putera Subang, atas support-nya yang mebuat saya percaya diri saat tampil kedepan.